Meski Diumumkan Secara Daring, Aksi Corat-Coret Kelulusan SLTA Tetap Terjadi di Solsel

PADANG ARO - Pengumuman kelulusan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini pengumuman dilakukan oleh beberapa sekolah di Solsel dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

Seperti beberapa sekolah yang berhasil dihubungi, diantaranya, MAN 2 Solsel di Sangir, SMA N 5 Solsel di KPGD, MAN 1 Solsel dan SMK N 1 Solsel di Sungai Pagu. Mereka menginformasikan kelulusan tersebut lewat whatsaap group dan pribadi warga sekolah.

Bahkan beberapa sekolah, melalui media sosial, seperti Facebook, mengeluarkan maklumat terkait sistem pengumuman kelulusan serta berbagai larangan yang mesti dipatuhi siswa. Bahkan dukungan dari orang tua jelas-jelas dalam maklumat itu sangat diharapkan.

Seperti dikatakan, Kepala SMA Negeri 5, Solsel, Zulieni didampingi Waka Humas sekolah itu, Hasbianto, pihaknya sudah mengeluarkan himbauan lewat Whatsaap group dan pribadi warga sekolah serta di media Facebook.

Bahkan kepada seluruh siswa/i kelas XII yang dinyatakan lulus Tahun Pendidikan 2019/2020 untuk tidam melakukan aksi coret-coret baju seragam. Selain itu juga ada larangan untuk tidak ada euforia berlebihan dijalanan dan aksi ugal-ugalan dengan sepeda motor.

Bahkan sebagai ganti rasa syukur atau eforia diajak para siswa untuk melakukan aksi sosial, seperti, membersihkan fasilitas umum, berbagi takjil atau nasi kepada kaum dhuafa dan sebagainya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepsek, MAN 2 Solsel, Amri. J, MAN 1 Solsel, Zulkifli, Kepala SMK N 1 Solsel, Efrizol. Mereka melakukan pengumuman dengan sistem online, hal ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih terjadi, serta masih berlakunya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Maka ada larangan yang mesti dipatuhi oleh siswa yang lulus, demikian juga dukungan orang tua sangat dibutuhkan agar, anak-anak mereka tidak di izinkan untuk keluar rumah dengan memakai seragam sekolah untuk alasan ingin mengetahui kelulusan.

Meski semua sekolah sudah mengeluarkan maklumat, namun dari hasil pantauan disepanjang jalan raya Muara Labuh, masih dijumpai iring-iringan anak-anak sekolah berpakai lengkap dengan sepeda motor. Bahkan baju seragam mereka terlihat juga dengan berbagai coretan. Lalu lalang siswa-siswa SLTA yang tidak diketahui asal sekolahnya itu masih terjadi hingga usai shalad tarawih di Pasir Talang Muara Labuh.

Meski demikian, dari data yang berhasil dikumpulkan, tercatat, MAN 2 Solsel, sebagaimana dikatakan, Amri. J, dengan jumlah siswa sebanyak 71 orang, diumumkan tanda kelulusan pukul 19.00 wib, dan dinyatakan lulus seratus persen dengan catatan ada dua orang siswa yang mesti melengkapi kekurangan nilai.

Sedangkan SMK N 1 Solsel, menurut Kepseknya, Efrizol, siswanya yang berjumlah 298 orang siswa dari 7 jurusan, dinyatakan lulus seratus persen juga. Demikian juga dengan MAN 1 Solsel menurut Kepseknya, Zulkifli, siswanya lulus tahun ini sebanyak 142 orang. Hebatnya diterima diperguruan tinggi tahun ini juga meningkat, yaitu sekitar 85 %.

Sementara itu, SMA N 5 Solsel, menurut, Kepseknya, Zulieni didampingi Hasbianto, bahwa siswanya yang berjumlah sebanyak 222 siswa yang terdiri dari 121 orang Jurusan IPA, 101 Jurusan IPS lulus sebanyak 220 orang atau 99,10 %. Ada dua orang yang tidak lulus asal jurusa IPA karena sudah tidak mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) dan tidak mengikuti Ujian Akhir Sekolah.

Zulieni maupun Hasbi mengklaim siswanya tidak melakukan aktifitas coret-coret dan konvoi bersepeda motor. Akan tetapi siswa mereka yang umumnya dari Jurusan IPA dibawah koordinator wali kelasnya, Hendri Yuneti, S.Pd. M.Si dan siswanya, Alimar Akmal, melakukan aksi berbagi Takjil pada warga masyarakat yang melintas di jalan raya Pakan Rabaa.

Menurut Hasbi, hal ini dilakukan siswa berkat dukungan orang tua siswa, serta buah dari pendidikan karakter yang dilakukan sekolah.

Terkait masih ada aksi coret-coret yang dilakukan siswa lulusan SLTA tahun ini di Solsel, Plt. Kadis Pendidikan Solsel, Novrizon sangat menyangkan, meski jumlahnya tidak banyak.

"Ini menandakan masih ada siswa kita yang belum paham dari pendemi covid-19. Meski demikian dirinya akan menjadikan hal ini untuk kajian lulusan SLTP di Solsel nanti," katanya Sabtu (2/5/2020).

Sedangkan. Kepsek SMK N 1 Solsel, Efrizol, juga menyatakan prihatin, dan ini bukti masih kurang pahamnya siswa dengan situasi yg mengharuskan untuk tidak melakukan aktifitas diluar rumah sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Hal yang sama juga dikatakan Kepsek, SMAN 5 Solsel, Zulieni, dimana kalau masih ada juga yang melanggar, kami sangat prihatin. Moga kedepan semua siswa tidak mengulanginya lagi dan merubah mindset bersyukur dalam hal yang baik. (Af)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru