Hasil Rapit Test, Seorang Warga Mentawai Terindikasi Positif Covid-19

KESEHATAN-746 hit

TUAPEIJAT - Dinas Kesehatan Mentawai Sumbaar melansir informasi tentang seorang warga yang baru datang dari Jakarta terindikasi positif terpapar Covid-19 (Virus Corona) dari hasil rapit test. Korban berjenis kelamin perempuan ini merupkan mahasiswa warga Pogari, Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ia menjalani rapid test di RSUD Mentawai pada Rabu, (8/4/2020). Warga tersebut sedang menjalankan isolasi mandiri karena baru pulang dari Jakarta, 27 Maret lalu namun karena mengalami mual dan batuk, dilarikan ke RSUD Mentawai untuk menjalani pemeriksaan.

"Waktu kita tes menggunakan rapid test sebanyak dua kali hasilnya positif, nah tentu kita perlu melakukan tes dengan cara swab sehingga hasilnya lebih akurat sesuai standar," kata Lahmuddin Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus juru bicara perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 (Corona Disease-19) di Mentawai dihubungi Rabu malam, (8/4/2020) sebagaimana dilansir mentawaikita.com.

Untuk memastikan bahwa seseorang tersebut benar-benar positif Covid-19, harus dilakukan tes swab dimana hasilnya akan dapat terlihat setelah dicek di labor, dan uji labor tersebut hanya bisa dilakukan di Padang. Menurut Lahmuddin, tes swab dapat dilakukan di Tuapeijat, namun untuk melihat hasilnya perlu dibawa terlebih dahulu ke laboratorium Universitas Andalas, dan hasilnya baru diketahui beberapa hari kemudian.

Rapid test adalah suatu metode pemeriksaan cepat untuk melihat suatu infeksi di tubuh dengan mengambil sampel darah. Sedangkan swab test adalah metode pemeriksaan dengan mengambil sampel lendir dari hidung mau pun tenggorokan metode ini menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR), pemeriksaan menggunakan PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya. Metode PCR tersebut dinilai paling akurat mendeteksi virus.

Menurut Lahmuddin, pasien tersebut saat ini sudah masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan saat ini sudah bawa ke RSUD Mentawai diisolasi, sementara untuk keluarga pasien besok akan menjalani tes sampel darah mengggunakan rapid test.

Riwayat perjalanan pasein tersebut, kata Lahmuddin, seorang mahasiswa yang baru pulang dari Jakarta dan tiba di Mentawai pada Jumat, (27/3/2020) dan pada saat tiba di Mentawai dia masuk dalam ODP karena mengalami gejala batuk dan disarankan pihak petugas medis melakukan isolasi mandiri.

"Kita tetap tunggu hasil dari labor, kami berharap masyarakat tidak panik, tetap menerapkan pola hidup sehat, jaga kesehatan, sering cuci tangan, tetap di rumah hindari tempat kerumunan," kata Lahmuddin.

Data perkembangan pemantauan penanganan Covid-19 di Kabapaten Kepulauan Mentawai yang diperoleh dari Gugus Tugas Mentawai jumlah pelaku perjalanan ada 567, Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini masih tersisa 15 orang dan yang sudah selesai masa pemantauan 11 orang dan saat ini PDP berjumlah satu orang. Editor/MR

Sumber: mentawaikita.com

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru