BREAKING NEWS: Selasa Ini Mentawai Tutup Seluruh Pintu Masuk, 15 Warga ODP Covid-19

PEMERINTAHAN-835 hit

TUAPEIJAT - Pemerintah Kabupaten Mentawai bakal lakukan penutupan seluruh akses keluar dan masuk Mentawai baik melalui laut, dan udara demi mencegah meluasnya dampak penularan virus corona (Covid) 19.

Penutupan akses ke Kabupaten berjuluk " Bumi Sikerei" ini akan diberlakukan mulai Selasa (31/3/2020), seperti disebutkan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake pada jumpa pers di Tuapeijat, Minggu (29/3/2020).

Kortanius mengatakan, Pemerintah Mentawai tidak mengizinkan armada penerbangan perintis, kapal penumpang, kapal wisata, kapal penyeberangan, kapal perintis, speed boat dan kapal jenis apapun, untuk membawa penumpang dari bandar udara maupun pelabuhan dari wilayah pesisir Sumbar ataupun dari wilayah lainnya masuk ke Mentawai hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemda Mentawai.

Meski demikian, kapal hanya bisa membawa bahan kebutuhan pokok, BBM, atau logistik untuk penanganan dan pencegahan Covid 19.

Tim gugus tugas, kata Korta akan mengawasi semua kapal, ABK, dan barang yang masuk akan disemprot dari pelabuhan di Padang dan ketika tiba di Mentawai, serta petugas kapal tidak diperbolehkan turun lalu lalang ke daratan.

Sementara itu, kapal antar pulau milik Pemda Mentawai mulai Kamis (2/4/2020) hanya akan berlayar sekali seminggu untuk tiga rute dari ujung utara, tengah, dan selatan kepulauan Mentawai.

"Kapal antar pulau kita perketat dan hanya beroperasi sekali seminggu. Kami imbau bagi masyarakat, jika tidak ada urusan yang terlalu penting, tidak usah berangkat karena jadwal kapal dan penumpang dibatasi dan jarak antar penumpang juga dijaga," imbau Kortanius Sabeleake dilansir dari laman resmi Pemkab Mentawai.

Lebih lanjut ia mengajak warga untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah, tetap jaga jarak, kebersihan, dan kesehatan.

"Tokoh masyarakat, kepala desa dan dusun pantau semua warga yang masuk atau pulang kampung ke Mentawai agar dilaporkan ke petugas kesehatan untuk memantau kondisi kesehatannya juga dilakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri," imbaunya.

Hal tersebut dikatakan karena eksodus warga yang mudik ke kampung halaman.

Korta menekankan agar masyarakat jangan panik, tetap waspada, disiplin

cuci tangan pakai sabun, jujur saat dicek petugas kesehatan, dan mengikuti perkembangan informasi terkait virus Corona.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, berpikiran terbuka dan tidak menganggap sepele, menahan diri untuk keluar, dan mengikuti imbauan Pemerintah.

Korta menyatakan bahwa posko BPBD penanganan virus Corona ini siap 24 jam dan jika ada permintaan organisasi massa untuk penyemprotan disinfektan bisa disampaikan dan akan disediakan bahan materialnya untuk penyemprotan mandiri.

Ia juga berharap kepada penyelenggara radio agar bisa mensosialisasikan pandemi covid-19 dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat pelosok.

15 Orang ODP

Dinas Kesehatan Mentawai sebutkan sampai Jumat (27/3) sudah ada 15 orang di Kepulauan Mentawai yang masuk dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19

"15 ODP tersebut terjaring dari 311 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit," Kata Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar, di Tuapeijat Sabtu (28/3/2020).

Lahmuddin menyebutkan akan melihat perkembangan selanjutnya jika nantinya ditemukan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang harus segera dirujuk, pihaknya segera melakukan rujukan ke Padang dengan menggunakan kapal Pemda.

Mengantisipasi semakin bertambahnya dan mencegah penyebaran virus Corona ini, kata Lahmuddin Pemerintah Mentawai bersama stakeholder terkait akan memberlakukan karantina lokal dengan membatasi kedatangan dan kepergian warga melalui moda transportasi laut, baik kapal antar pulau, Mentawai fast, maupun ASDP. (Hms/KS/MR)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru