Belum Terdeteksi Covid-19, Gubernur Sumbar: Aktifitas Sekolah Tidak Diliburkan

Pemerintahan-113 hit

PADANG - Setelah mempertimbangkan kondisi realitas yang ada berdasarkan laporan OPD terkait serta mengingat edaran Menteri Pendidikan dan arahan Presiden, untuk sementara kita putuskan belum meliburkan aktifutis belajar mengajar di sekolah.

Penegasan ini dikatalan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno seusai rapat koordinasi dengan semua kepala daerah dan pihak terkait lainnya di Istana Gubernur, Senin (16/3/2020).

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memutuskan belum meliburkan aktivitas sekolah karena belum ada pasien di Sumbar yang dinyatakan positif mengidap virus corona (COVID-19).

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, hingga kini belum ada satupun warga Sumbar yang terinfeksi virus corona. Salah satu pertimbangan sekolah tidak diliburkan juga terkait juga adanya ujian nasional yang sedang berjalan.

"Karena belum ada laporan dan kosong, negatif Corona, kondisi dari siang ini, apakah sore ada kita belum tahu. Sekarang masih kosong, maka mengingat karena ini kaitannya anak-anak kita lagi ujian. Masih ujian. SMK ada UNBK, lalu SMP juga ujian, maka belum kita liburkan" kata Irwan.

Irwan juga sampaikan, sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, lanjutnya, ada beberapa tingkatan status terkait covid 19 di satuan pendidikan, yakni ringan, sedang, dan tinggi. Penilaian kondisi ringan, persiapannya adalah jaga-jaga diri, bersih-bersih, pakai masker, dan lain-lain yang sifatnya umum.

Status sedang bila ada terduga yang peluang kemungkinan besar demam di atas 38 derajat. Langkah yang diambil adalah diperiksa dan dicek.

Status tinggi yang menjadi dasar untuk meliburkan satuan pendidikan adalah jika ada pasien yang terjangkit " Melihat kondisi ini, Sumbar masuk status ringan karena tidak ada terduga terjangkit atau masih kosong pasien positif Corona," katanya.

Jika ditemukan kasus positif Corona, Pemprov Sumbar menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada bupati dan wali kota untuk mengambil kebijakan.

"Kalaupun ada, kita serahkan sepenuhnya kepada Bupati Wali Kota untuk SD dan SMP diliburkan atau tidak. Kalau SMA, nanti memang dari provinsi. Nanti kita lihat secara selektif. Beda dengan Jakarta atau daerah-lain yang memang banyak yang positif. Kita belum, namun tetap mawas diri antisipasi dengan pengawasan dengan peralatan thermo scenner di BIM dan kesiapkan rumah sakit juga telah disiapkan " kata Irwan menambahkan. BM/Hms

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru