Pemuda Sumpur Kudus Selatan, Leo Prima Weski (26) mengatakan pemasangan panel surya bukan hanya sekedar energi alternatif, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
"Ini tidak hanya sebagai sumber listrik saja, tetapi juga edukasi bagi pemuda dan anak-anak di sini terkait bagaimana menyeimbanggi teknologi yang kita pakai dengan alam yang kita gunakan," katanya.
Menurutnya dengan adanya panel surya aktivitas di masjid tidak akan terganggu lagi saat terjadi pemadaman listrik.
"Di sini sering terjadi pemadaman listrik terutama ketika hujan, hal itu dipicu karena letak geografis nagari kita adalah perbukitan, sering terjadi bencana alam seperti tiang listrik ditimpa pepohonan," tuturnya.
Leo mengatakan saat ini hampir setiap kegiatan di masjid bergantung kepada listrik, seperti speaker azan, kipas, pengeras suara, dan juga pompa air.
Senada dengan Leo, Novia Sartika (35) juga mengatakan bahwa di daerah Sumpur Kudus sering terjadi pemadaman listrik, bahkan pernah berlarut hingga dua hari.
Novia adalah salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari masjid, ia mengatakan, dengan adanya panel surya di masjid akan membantu masyarakat.
"Di Sumpur Kudus ini sering mati lampu, terkadang tidak ada hujan mati juga. Dengan adanya panel surya di masjid nanti lampu di sana bisa kita manfaatkan seperti untuk mengisi daya handphone yang digunakan ketika listrik di rumah mati," katanya.
Dia mengatkan sering masyarakat sering terkendala penyebaran informasi dari masjid ketika listrik padam. “Pernah ada orang meninggal, tetapi kita tidak tahu. Biasanya diumumkan di masjid, kalau lampu mati speaker masjid juga ikut mati," katanya. Ia mengaku tertarik untuk memasang panel surya di rumah. (BM/R)
Editor : Marjeni Rokcalva






