IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pj Wako Suprayitno Tinjau Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Tanjung Anau

Pj Wako Payakumbuh Suprayitno saat memantau langsung kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Dahlia Tanjuang Anau, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (13/6/2024).
Pj Wako Payakumbuh Suprayitno saat memantau langsung kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Dahlia Tanjuang Anau, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (13/6/2024).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat diukur dari seberapa baik Pemerintah Daerah setempat mampu menangani masalah kesehatan, termasuk masalah stunting.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Suprayitno saat memantau langsung kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Dahlia Tanjuang Anau, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (13/6/2024).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Wawan Sofianto, Camat Payakumbuh Utara Jhonny Parlin, Lurah Ompang Tanah Sirah, TP PKK Kelurahan Ompang Tanah Sirah, kader posyandu, serta tamu undangan lainnya.

Intervensi serentak yang dilakukan bertahap di seluruh Posyandu di Kota Payakumbuh tersebut menyasar ibu hamil, bayi dan balita, serta calon pengantin.

Dikatakan Suprayitno pertemuan ini menunjukkan seluruh lapisan masyarakat telah bersepakat untuk mencegah stunting, terlebih program ini diadakan serentak secara nasional.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Tidak boleh lagi ada anak yang mengalami stunting di Kota Payakumbuh, ini komitmen kita," tekadnya.

Suprayitno mengungkapkan, upaya mencegah stunting adalah PR kita bersama, oleh karena itu, kita perlu kerjasama yang baik dari semua pihak, salah satunya masyarakat.

"Jadi, warga harus aktif dan jangan segan. Aktif datang ke posyandu dan juga aktif mengkomunikasikan perkembangan kehamilannya atau bayinya. Kalau memang ada gejala yang mungkin tidak biasa, harus dikomunikasikan dengan kader kesehatan atau petugas kesehatan," katanya.

Kemudian, Suprayitno juga berpesan kepada seluruh kader posyandu agar memiliki keterampilan dalam pengukuran antropometri terstandar serta memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran ke dalam sistem informasi EPPGBM di hari yang sama.

"Bagaimanapun, kita perlu memastikan intervensi PMT pangan lokal diterima oleh ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi dengan baik," terangnya.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH