Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi Hadiri Peringatan 121 Tahun Lahirnya Bung Hatta

Penulis: Yus | Editor: Medio Agusta

BUKITTINGGI - Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi hadiri peringatan 121 tahun lahirnya Bung Hatta.

Peringatan ini digelar Perpustakaan Nasional Bung Hatta dengan talkshow "Bangkit Bersama Literasi Inklusi" di Auditorium Pustaka Bung Hatta, Selasa (15/08).

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, mengatakan, masyarakat harus memahami kondisi Indonesia hari ini dan Generasi muda harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan tidak meninggalkan budaya membaca buku.

Baca Juga


Dikatakannya, Bung Hatta mengatakan, 'Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas'. Kalimat ini mengandung arti yang sangat dalam, betapa pentingnya buku, pentingnya budaya membaca," ujarnya.

Untuk itu, Masyarakat harus paham, bahwa literasi merupakan kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu objek tertentu.

Saat ini harus ada program perpustakaan menjangkau masyarakat bukan masyarakat menjangkau perpustakaan. "Sehingga di era perkembangan teknologi ini, buku tetap menjadi panduannya. Mari sama sama berjuang dan membela negara ini dengan semangat ilmu pengetahuan," himbaunya.

Talkshow 121 tahun Bung Hatta, merupakan salah satu rangkaian Festival Bung Hatta dalam rangka memperingati HUT ke-121 tahun Bung Hatta. Kegiatan ini dilaksanakan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dengan narasumber Halida Hatta, Putri Bung Hatta, Erman Safar, Wali Kota Bukittinggi. Ivan Ahda, Founder pemimpin.id dan Gamal Albinsaid, Inspirator, pungkasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, mengatakan, bahwa, Pemko Bukittinggi akan ikut berpartisipasi aktif untuk meningkatkan minat baca masyarakat Bukittinggi.

Mereka harus memahami bagaimana dengan membaca buku dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

"Apalagi Bukittinggi ini merupakan kota kelahiran Bung Hatta, tokoh proklamator Indonesia. Untuk itu kita harus ciptakan mentalitas pemuda kita yang disiplin dan kuat dengan Keislaman. Kita harus berikan pemahaman kepada generasi muda, bagaimana kita mampu bertahan untuk berjuang selama 350 tahun, bukan bagaimana kita dijajah selama 350 tahun. Pertahanan dan perjuangannya yang harus kita kedepankan," ungkap Wawako.

( Yus )

Loading...

Komentar

Berita Terbaru