Diskominfo Pessel: Agar Anak Aman Berinternet, Orang Tua Harus Up Grade Pengetahuan

PEMERINTAHAN-260 hit

Penulis: Ynd | Editor: Marjeni Rokcalva

PAINAN - Perkembangan teknologi dan komunikasi yang kitan saat salah satunya dengan hadirnya internet. Internet dapat diakses oleh berbagai usia tidak terkecuali anak-anak. Internet bisa menjadi tempat yang indah untuk belajar, berbelanja, bermain game, dan berkomunikasi dengan teman-temannya.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam rapat evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pesisir Selatan, Jum'at (26/05/2023).

Rapat yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan yang mengundang beberapa perangkat daerah yang terkait dengan urusan tersebut.

Baca Juga


"Sayangnya, ada juga predator, pencuri identitas, dan lain sebagainya dalam jaringan yang mungkin mencoba untuk menyakiti Anda. Agar aman dalam jaringan, penting untuk kita dan anak-anak Anda menyadari bahayanya," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo, Wildan, S.E., M.I.Kom.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka anak yang menggunakan internet perlu pengawasan dari orang dewasa (wali atau orang tua). Pengawasan penggunaan internet pada anak-anak karena internet dapat menjangkau banyak hal. Sering kali hal-hal yang ditampilkan di internet tidak sesuai untuk dikonsumsi oleh usia anak-anak.

"Untuk itu para orang tua juga harus meng-up grade pengetahuannya, agar anak-anak kita aman. Kita harus mengajarkan mereka untuk membuat keputusan yang baik apabila mereka dalam jaringan, bahkan ketika kita tidak ada bersama mereka," kata Wildan.

Lebih lanjut Kabid IKP mengatakan, ada beberapa tips untuk meng-up grade hal tersebut, diantaranya mengkomunikasikan kepada anak tentang standar apa yang boleh diakses ataupun tidak.

"Berikan pengertian kepada mereka tentang jangan mudah membagikan informasi pribadi di internet, seperti nomor telepon, alamat, ataupun sekedar curhat. Lebih baik berkomunikasi dengan ayah bunda jika ada masalah daripada curhat di media sosial," tambah Wildan.

Kabid IKP juga mengatakan, agar orang tua menyarankan kepada anak-anak kita untuk bijak dalam berbagi sesuatu kepada teman-temannya di media sosial, hal itu masih memungkinkan jatuh ke tangan yang salah.

"Sebagai informasi, Indonesia adalah negara yang netizennya paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Itu berdasarkan survey Digital Civility Index (DCI) yang dilaporkan Microsoft tahun 2020," ungkap Wildan.

Kondisi itu terjadi bisa jadi karena literasi kita masih dibawah rata-rata, sehingga mudah sekali terpapar hoax dan menyampaikan hate speech di dunia maya.

"Saring sebelum sharing, jika harus memposting sesuatu karena kita tidak bisa memprediksi dampak yang pada konten yang kita bagikan di internet. Baik untuk kita belum tentu baik untuk orang lain," tutupnya. (Ynd)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru