MTs Negeri 6 Solsel Melaksanakan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka

Penulis: AA | Editor: Medio Agusta

Padang Aro - Menghadapi penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan Madrasah pada tahun 2023. MTs Negeri 6 Solok Selatan di Pakan Rabaa, melaksanakan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2923/2024.

Kegiatan yang dibuka secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Solok Selatan, Drs. H. Kasmir, Senin (24/5/2023) tersebut, menghadirkan Nara sumber Amrizon, S. Pd. M. Pdi Tim Pengembang Kurikulum Provinsi, yang juga Kepala MAN 1 Padang Pariaman.

Selain Amrizon yang memberi materi pada Lokakarya yang temanya " Dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Kita Laksanakan Merdeka Belajar Dalam Rangka Membentuk Siswa Berkarakter, " di madrasah tersebut, Kakan Kemenag Kasmir, dan Kasi Pendis Syaiful Anwar juga memberi materi.

Baca Juga


Terlihat juga hadir saat pembukaan tersebut, Kepala KUA Kecamatan KPGD Syaiful Hosen, Kepala TU Madrasah Sultani.

Kemenag Solsel Kasmir menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya adalah mendukung tuntutan Madrasah mempersiapkan diri dalam melaksanakan kurikulum Merdeka.

" Kita dituntut mendidik anak orang menjadi orang. Maka sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan kurikulum, semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus mempersiapkan diri untuk mewujudkannya," harap Kasmir.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran beragam disesuaikan dengan kondisi anak dan kebutuhan anak didik.

Artinya peserta didik harus di asesmen dulu oleh guru, sehingga akan jelas bagaimana teknik dan mekanisme pembelajaran yang akan disampaikan. Sehingga harapan mewujudkan peserta didik yang berkualitas akan dapat tercapai," jelasnya.

" Makanya,tenaga Pendidik dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Tenaga Pendidik harus mengenal karakter peserta didik, dan mengarahkan mereka kepada pontensi yang mereka miliki, " katanya.

Dalam proses belajar mengajar, Tenaga Pendidik harus mampu mengarahkan siswa sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punyai. Kreativitas dan profesionalitas Tenaga Pendidik sangat dituntut. Jangan terfokus kepada materi-materi pembelajaran klasikal. Guru diharapkan, bisa menjadi tenaga Pendidik yang Inovatif serta yang pasti, bekerjalah dengan ikhlas," pintanya.

Guru Madrasah dituntut menjadi sosok yang diteladani bagi peserta didik. Tenaga Pendidik adalah publik figur dalam artian yang luas. Semua gerak gerik Tenaga pendidik akan dinilai banyak orang. Bahkan, seluruh unsur madrasah adalah contoh bagi masyarakat banyak," tegasnya.

Dikesempatan itu, Kasmir juga menyampaikan target Kemenag Solsel yang mesti diwujudkan oleh seluruh Madrasah di Solsel dalam tahun 2023 ini, yaitu terbentuknya inggris club dan bahasa club disetiap madrasah di Solsel.

Sedangkan Kasi Pendis Syaiful Anwar, S. Ag. mengajak pimpinan madrasah dsaat penerimaan peserta didik baru harus ada produk yang dilahirkan.

Ia juga mengimbau pada semua Madrasah di Solsel untuk mewujudkan 2000 hafidz Qur'an dalam rangka menghadapi HAB Kemenag dan HUT Solok Selatan tahun depan. Artinya mulai Juni sampai Desember 2023 ini, seluruh Madrasah sudah melaksanakan program wisuda tahfidz.

Kepala MTs Negeri 6 Solsel, Jasrul, S. PD menjelaskan pelaksanaan lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2923/2024 di madrasah tersebut mulai 24 Mai sampai 29 Mai 2023. Adapun pesertanya sebanyak 30 orang, terdiri dari 23 orang dari guru dan 7 orang dari tenaga kependidikan. (AA)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru