Bagan Ikut Matikan 5 Ribu Pengelola Ikan Bilih di Seputaran Danau Singkarak

EKONOMI-268 hit

PADANG - Lebih dari 5000 Pengelola Ilkan Bilih di Danau Singkarak menjerit akibat kekurangan bahan baku Ikan Bilih. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Ir. Yosmeri dalam kesibukan dinasnya lewat chat Whastaapnya, Senin (13/1/2020).

Padahal, katanya, dalam upaya mengatasi stunting di salingka Danau Singkarak, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi ikan bilih bagi masyarakat. Karena diketahui ikan bilih memiliki gizi dan nilai protein yang bagus bagi anak dalam pertumbuhan.

Yosmeri lebih jauh katakan, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kowil Sumbar dan Dinas Kesehatan sedang berupaya mengatasi stunting dengan mensosialisasikan agar masyarakat meningkatkan makan ikan bilih.

"Kita prihatin saat ini ikan bilih menurun populasinya karena akibat operasi bagan yang banyak berdampak buruk bagi kelestarian ikan bilih. Bagan kondisi kekinian berdampak bagi warga sekitar Danau Singkarak baik bidang kesehatan juga sektor ekonomi dimana ekonomi masyarakat pengolah, penjual dan nelayan tradisionil jatuh", ungkapnya sedih.

Yosmeri juga ungkapkan kemiskinan juga terjadi bahwa diketahui nelayan pengolah yang selama ini mengolah bilih kekurangan bahan baku.

"Ada 5 ribu orang pengolah ikan bilih, penjuan dan nelayan tradisional terpuruk hidupnya karena ada bagan. Sedangkan nelayan bagan hanya dinikmati oleh 200 orang saja dan sebagian besar bukan nelayan murni, mereka warga yang tiba-tiba jadi penangkap ikan bagan", ungkapnya

Yosmeri tegaskan sesuai pergub dan perda propinsi serta aturan yang ada aktifitas bagan dan sebagai harus di nol di Danau Singkarak.

"Karena itu razia bagan akan terus dilaksanakan sampai danau Singakarak bersih dari aktifitas bagan", tegas Yosmeri.

ZS/MR

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru