Hujan Lebat, Padang Pariaman Dilanda Banjir dan Longsor

PERISTIWA-159 hit

Penulis: YN | Editor: Redaktur

PADANG PARIAMAN-Hujan lebat sepanjang Senin (23/1/2023) membuat sejumlah nagari di Padang Pariaman, Sumatera Barat mengalami banyak musibah dan bencana alam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman dalam press realse melaporkan, bahwa ada banyak titik lingsong dan banjir.

Lubuk Alung bagian timur, banyak titik banjir dan genangan air yang mulai masuk rumah warga dan tempat ibadah.

Baca Juga


Begitu juga diKorong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung. Banjir tak bisa dielakkan. Luapan Sungai Batang Anai sudah menjadi-jadi.

Jalan Lubuk Cimantuang ke Sakayan terban. Lingsor memutus jalan satu-satunya bagi masyarakat di sana.

Di tengah hujan yang kian lebat hingga malam ini, masyarakat sebagian ada yang terjebak, dan mau tak mau harus berputar arah untuk bisa ke Sakayan.

Pasa Limpato Sungai Sariak dilaporkan, sebuah pohon tumbang akibat hujan yang disertai angin kencang.

Pohon tumbang ini menimpa sebuah rumah warga. Tidak korban jiwa, selain rumahnya punah.

Dari Korong Balah Aie, NagariAnduriang terjadi tanah longsor. Menimbun badan jalan, sehingga masyarakat pun terjebak.

Hal serupa juga terjadi di Rimbo Kalam. Korong lain dalam Nagari Anduriang ini juga mengalami longsor.

Longsor di Rimbo Kalam dilaporkan menimbun sebuah rumah masyarakat. Hingga saat ini, dari lima orang penghuni rumah, baru empat orang yang keluar dengan selamat.

Satu orang lagi, masih dalam pencarian petugas BPBD bersama pihak terkait dalam nagari itu.

Di Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai dilaporkan 13 orang warga masih terkurung di pinggir sungai. Mereka tak bisa ke seberang, lantaran luapan sungai cukup besar.

Mereka butuh dievakuasi ke seberang dengan perahu karet. Hingga saat ini, mereka masih menunggu bantuan perahu karet.

Banjir juga membuat Sungai Batang Tapakis meluap. Air sudah menggenangi Masjid Raya Sintuak. Puskesmas yang biasa terkena banjir saat musim hujan lebat, juga tak ketinggalan direndam air bah saat ini.

Titik longsor juga menimpa KorongCimpua Pasa Durian, Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak. Longsor di sini dikabarkan menimbun sebuah surau.

Sementara, di Ladang Laweh dan Bari, Nagari Sicincin pun tak luput dari musibah banjir. Ketinggian air mencapai 50 centimeter di jalan dan pemukiman warga.

Di KorongSurantiah, Nagari Lubuk Alung jangan disebut. Saat ini dilaporkan sekitar 40 kepala keluarga terkena dampak banjir Surantiah.

Sedangkan Korong Sungai Pua, Nagari Koto Dalam Barat juga mengalami longsor. Timbunan tanah menutup badan jalan, sekaligus memutus arus transportasi.

Begitu juga Korong Pasa Limau, Nagari Parik Malintang ikut terkena banjir dan merendam sejumlah rumah masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya menyebutkan, data terbaru berdasarkan laporan dari petugas pada Selasa (24/1/2023) sekitar pukul 07.15 WIB ada 43 titik banjir, longsor dan pohon tumbang.

" Sebanyak 16 titik sudah ada penanganan, sementara 17 titik belum ada tindakan," sebut dia.

Ia menyebutkan, bencana tersebut akibat curah hujan yang sangat tinggi melanda sebagian besar wilayah Padang Pariaman dan naiknya debit air berupa sungai.

" Untuk korban jiwa 2 orang meninggal dunia akibat longsor yang menimbun 1 unit rumah warga di Sungai Ibuah, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Satgas TRC BPBD sudah melakukan evakuasi," sebut dia.

Selain itu, banir, longsor dan pohon tumbang tersebut tersebar 13 kecamatan dan 14 nagari di, hingga kini kebutuhan sangat mendesak, alat berat, logistik dan makanan siap saji di perlukan. (YN)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru