Hasil Susenas 2022, Tingkat Kemiskinan Pessel Turun jadi 7,11 Persen

KESEHATAN-84 hit

Penulis: Ynd | Editor: Marjeni Rokcalva

PAINAN - Tingkat kemisikinan di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2022 sebesar 7,11 persen. Angka kemiskinan ini relatif lebih rendah jika dibadingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar 7,92 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 37.410 jiwa pada 2021, turun menjadi 33.780 jiwa pada 2022.

Hal tersebut diketahui dari Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota Tahun 2022, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Direktorat Statistik dan Ketahanan Republik Indonesia. Sumber data yang digunakan untuk menghitung kemiskinan di tingkat Kabupaten/Kota tahun 2022 ini adalah data Susenas Konsumsi Pengeluaran Maret 2022..

Dikatakan, penimbang yang digunakan dalam penghitungan kemiskinan kabupaten/kota tahun 2022 ini adalah menggunakan hasil proyeksi penduduk dari data Survey Penduduk Antar Sensus 2015 (Supas 2015).

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesisir Selatan, Yudi Yos Elvin, S.Si., M.Si., menyampaikan sesuai hasil SUSENAS 2022, persentase kemiskinan Pesisir Selatan masih lebih rendah atau lebih baik jika dibandingkan Kab. Mentawai dan Kab.Solok. Walaupun Kab.Solok hanya selisih 0,01% poin, dimana Pesisir Selatan 7,11?n Kab.Solok 7,12. Penurunan tingkat kemiskinan 2022 dibandingkan 2021, dinilai cukup besar, baik dari sisi persentase yang turun dari 7,92% tahun 2021 menjadi 7,11 tahun 2022. Jumlah penduduk miskin yaitu 37.410 jiwa tahun 2021 menjadi 33.780 jiwa tahun 2022.

Nilai rupiah yg ditetapkan sebagai garis kemiskinan merupakan hasil survei terhadap pengeluaran rumah tangga sampel. Nilai tersebut merupakan nilai minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan.

Dari konsumsi survey sosial ekonomi teknik penghitungan kemiskinan halaman 13-16, nilai garis kemiskinan Pesisir Selatan sesuai konsumsi pengeluaran rumah tangga penduduk Pessel dikatakan miskin adalah pendapatan kecil sama dgn Rp.526.564,- sedangkan Mentawai Rp.386.152,- dan Solok Rp. 484.358,-.

Tingginya nilai garis kemiskinan di Kabupaten Pesisir Selatan mengindikasikan bahwa harga kebutuhan makanan dan non makanan di Pesisir Selatan lebih tinggi dari sebagian besar kabupaten lain yang ada di Sumatera Barat,dimana tingkat Kemiskinan Ekstrem (persen) 2021 sebesar 0,37 dan 0,46 tahun 2022, jumlah penduduk miskin ekstrim (jiwa) 2021 sebesar 1730 dan 2170 tahun 2022. Tingkat kemiskinan (persen) 2021 sebesar 7,92 dan 7,11 tahun 2022, dan jumlah penduduk miskin (jiwa) tahun 2021 sebanyak 37.410 dan 33.780 tahun 2022. (Ynd)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru