Komoditas Ikan Asin Teri dan Bawang Merah Turun Signifikan di Padang Panjang

EKONOMI-85 hit

Penulis: Cigus?Lex | Editor: Marjeni Rokcalva

PADANG PANJANG - Minggu kelima November harga komoditas ikan asin teri dan bawang merah mengalami penurunan harga yang signifikan setelah beberapa minggu sebelumnya alami fluktuasi harga.

Harga ikan asin teri turun sebesar Rp12.500 dengan persentase 12,66 persen dari harga Rp98.750 menjadi Rp85.250. Sementara itu harga bawang merah turun sebesar Rp3.000 dengan persentase -10,53% dari Rp28.500 menjadi Rp25.500. Disusul dengan buncis dari harga Rp14.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

Hal tersebut disampaikan Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si, Jumat (2/12).

Sementara itu, tambah Putra, komoditi yang alami kenaikan harga di antaranya daging ayam broiler dari Rp30.500/kg menjadi Rp31.000/kg. Telur ayam ras dari Rp1.700/butir menjadi Rp1.775/butir. Telur ayam kampung dari Rp2.500/butir menjadi Rp2.700/butir. Cabai hijau dari Rp Rp27.500/kg menjadi Rp30.000/kg.

"Begitu juga dengan harga cabai rawit naik dari harga Rp35.000/kg menjadi Rp37.250/kg. Terong dari Rp8.000/kg menjadi Rp10.000/kg," katanya.

Dikatakan Putra, sepanjang minggu ini terdapat sembilan komoditas yang mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi yang terjadi didominasi kenaikan harga pada enam komoditas dan tiga

komoditas yang mengalami penurunan harga dalam seminggu terakhir.

"Pergerakan naiknya harga beberapa komoditas terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya cuaca dan harga komoditas global yang masih tinggi, terutama pangan dan energi. Sedangkan turunnya harga disebabkan mulai bertambahnya pasokan komoditas di pasar, sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakat," sebutnya.

Pada minggu ini, kata Putra lagi, komoditas telur ayam ras perlahan-lahan mengalami kenaikan harga. Berdasarkan tinjauan Kementerian Perdagangan di lapangan, naiknya harga telur ayam ras akibat dari dampak afkir dini oleh peternak pada saat stok melimpah dan harga turun di kala momen lebaran lalu. Sehingga menyebabkan kurangnya populasi ayam petelur pada peternak yang berimbas pada kurangnya pasokan telur di pasaran.

Harga komoditas ini, katanya, didapatkan berdasarkan hasil pemantauan terhadap harga rata-rata 45 komoditas pangan strategis di Pasar Pusat Padang Panjang yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) dan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang. (Cigus?Lex)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru