MTsN Gulai Bancah Bukittinggi Patut Jadi Percontohan

PENDIDIKAN-1139 hit

Bukittinggi - Dari sekian banyak sekokah tingkat pertama atau sederajat ( MTsN/SMP ) di Bukittinggi , MTsN 1 Gulai Bancah patut di jadikan referensi dalam upaya peningkatan kualitas akademik maupun pendidikan karakternya.

Setidak bagi sesama sekolah madrasah yang dibawah naungan Kamenag. Di Bukittinggi dan sekitarnya. Bahkan sekolah sekolah madrasah di Sumbar patut bertukar pengalaman ke MTsN 1 Bukittinggi ini.

Informasi yang di dapat media ini hasil UN tingkat SLTP di sumbar tahun 2019 lalu MTsN 1 Bukittinggi paling rekor menempatkan siswanya dalam perolehan nilai tertinggi. Konon dari 15 orang perolehan nilai tertinggi di Sumbar yang di data Dinas pendidikan Propinsi Sumbar, 10 urang berasal dari siswa MTsN 1 Gulai Bancah Bukittinggi.

Baca Juga


Awak media ini yang berkunjung ke NTsN 1 Gulai Bancah beberapa hari yang lalu menyaksikan pendidikan karakter benar benar di terapkan di sekolah ini.

Siswanya sudah sampai di sekolah sebelum bel masuk berbunyi. Begitu siswa sampai di sekolah mereka melaksanakan shalat dhuha, sebelum PBM dimulai, seluruh siswa telah shalat duha, kecuali yang sedang berhalangan bagi siswa perempuan, ujar Kepala MTsN 1 Gulai Bancah Dra. Hj. Eva Anggraini, M. Si didampingi Waka Sarana dan Prsarana Drs Sudirman dalam percakapan dengan media ini bebeapa hari yang lalu di ruang kepala sekokah.

Nenurut Eva Anggraini, melaksanakan shalat dhuha itu sudah menjadi kebiasaan bagi siswanya, bahkan siswanya merasa belum lengkap kalau belum shalat dhuha.

"Begitu sampai di sekolah,siswa langsung ke ruangan serbaguna untuk melaksanakan shalat dhuha, tanpa di komando,tidak ada di teriak teriakkan dengan mikropon dari ruangan guru" ungkap Eva Anggraini yang di amini Sudirman.

Begitu juga saat shalat zuhur, tanpa dikomando, semua siswa langsung menuju ruangan serbaguna untuk melaksanakan shalat zuhur berjamaah,ada yang azan,iqomah dan yang jadi imam, serta memberikan tausyiah selama 7 menit. Di saat wirid sebelum berdoa ada beberapa siswa yang bertugas mengawasi rekan rekannya, siapa yang tidak ikut berzikir dan mendengarkan tausyiah di catatnya dan dilaporkan kepada guru, sementara siswa perempuan yang sedang berhalangan shalat tetap hadir diarena tempat shalat, mereka hanya shalat yang tidak ikut, tetapi berzikir dan mendengarkan tausyiah tetap diikutinya, tambah Eva Anggraini.

Yang menariknya keseriusan siswanya mengikuti aktivitas pendidikan karakter shalat berjamaah, tidak kedengaran brisik sedikitpun, tidak ada teriak teriak guru melalui mikropon menyuruh siswanya shalat dan mengaturnya. Seluruh siswa mengatur diri sendiri.

Berbicara tentang prestasi, kami hanya biasa biasa saja, tidak ada istimewanya, tidak terlalu istimewa, kalau ada lomba lomba kita ikuti,adakalanya berhasil dan adakalanya belum berhasil, ujar Eva Anggraini merendah.

Saat ini kami di kewalahan untuk tempat menyimpan piala piala yang di rebut siswa pada lomba lomba yang diikuti, setiap bulan ada saja tropy yang di dapat siswa sari kegiatan kegiatan lomba yang diikuti siswa,ujar Eva.

Yang menarik lainnya di MTsN 1 Gulai bancah ini tidak ada yang namanya beli LKS, uang naik kelas seperti kebanyakan SLTP lainnya yang aktif menjual LKS kepada siswanya dari penerbit, iyuran naik kelas, dan biaya latihan dramband serta beli baju dramband.

Di MTsN 1 Gulai Bancah ini, setiap siswa yang ikut dramband diberi uang transport,baju dramband dibeli pihak sekolah,bukan orang tua siswa.

Kalau ada program yang perlu bantuan orang tua, kami hanya mintak infaq dari urang tua berapa suka. Tidak di tetapkan berapa jumlahnya jelas kepsek MTsN 1 Gulai bancah.

Yus

Loading...

Komentar

Berita Terbaru