Berita Pariwara |

Turun ke Sawah, Masyarakat Adat Pasir Talang Solsel Lakukan Tradisi Mambantai Kabau Nan Gadang

PERISTIWA-570 hit

PADANG ARO - Masyarakat Adat dibawah lingkungan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan, kembali melaksanakan tradisi dan budaya ' Membantai Kabau Nan Gadang ' dan ' Makan Bajamba ' jelang pelaksanaan turun kesawah bersama pada musim tanam tahun 2022.

Prosesi yang disebut juga dengan Adat Lamo Pusako Usang itu, diawali dengan pelaksanaan penyembelihan kerbau (Mambantai Kabau Nan Gadang-red), Jumat (14/10/2022) di lapangan Nagari Pasir Talang, dan kegiatan Makan Basamo, atau makan ' Bajamba ', di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu, Minggu (16/10/2022).

Ketua Panitia Penyelenggara Mambantai Kabau Nan Gadang turun kesawah Pasir Talang, Alam Surambi Sungai Pagu, Ariyal Joni, Dt. Sutan Bandaro Padang dalam laporannya saat makan Basamo/makan Bajamba di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu, Minggu (16/10/2022), memaparkan rangkaian demi rangkaian dari prosesi mambantai kabau nan gadang turun kesawah secara bersama tersebut.

Baca Juga


"Kita sudah melakukan beberapa tahapan kegiatan jelang dilaksanakannya makan Bajamba hari ini," jelas Ariyal Joni Dt. Sutan Bandaro Padang saat itu.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto1_161022084530.jpeg

Pelaksanaan Makan Bajamba yang sebelumnya Mambantai Kabau Nan Gadang, di Pasir Talang Alam Surambi Sungai Pagu, Solsel, Minggu (16/10/2022), dihadiri Kadis Kebudayaan Sumbar, Syaifullah Khatib Sinaro, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah, Wakil Bupati Solsel, Ir. H. Yulian Efi Dt Rangkayo Basa, Empat Rajo Di Alam Surambi Sungai Pagu, dan Bano Ampek Suku, saat berada di Ustano Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Raja Alam Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Minggu (16/10/2022).

Hadir pada kegiatan makan Basamo atau makan Bajamba di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu tersebut, Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Syaifullah, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah, Sekretaris LKAAM Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, Wakil Bupati Solok Selatan, Ir. H. Yulian Efi Dt. Rangkayo Basa, Rajo Nan Barampek Alam Surambi Sungai Pagu. Kepala Dinas Pertanian Solsel, drh. Nurhayati, dan Camat Sungai Pagu, Darmansyah.

Dijelaskan Ariyal Joni Dt. Sutan Bandaro Padang, bahwa sukses dari serangkaian kegiatan Mambantai Kabau turun kesawah pada tahun ini tidak terlepas dukungan dari seluruh Ninik Mamak, Dubalang, Kaum Ibu (Bundo Kanduang), Mande Bapak, Labai serta tokoh Agama serta dukungan berbagai pihak.

Diantaranya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Pemerintah Provinsi Sumbar, serta dukungan dari berbagai lembaga lainnya," tambahnya.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto2_161022084530.jpeg

Ketua pelaksana Mambantai Kabau Nan Gadang dan Makan Bajamba, tradisi turun kasawah di Pasir Talang, Ariyal Joni Dt Sutan Bandaro Padang bersama Wabup Solsel, H. Yulian Efi Dt Rangkayo Basa bersama panitia lainnya saat pelaksanaan Mambantai kabau di lapangan Pasir Talang, Jumat (14/12022).

Maka dari itu, atas nama penyelenggara kegiatan, ia mengucapkan terimakasih dan mohon maaf, jika masih ada kekurangan dan ketidak sesuai dalam pelaksanaan Mambantai Kabau Nan Gadang dan Makan Bajamba untuk tradisi Turun Kesawah Bersama pada tahun ini.

Sementara itu ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasir Talang, Armensis WK. Dt. Jono Katik menyampaikan apresiasinya pada penyelenggaraan kegiatan, dan mengajak semua pemangku adat di nagari tersebut untuk terus melakukan dukungan dan selalu menjadikan momen kegiatan tersebut sebagai bagian dari membangun dan pelestarian budaya serta tradisi tahunan membantai Kabau nan gadang dalam proses turun kasawah secara serentak.

Sekretaris Umum LKAAM Sumbar, Jasman Rizal Dt Bandaro Bendang juga mengapresiasi pelestarian budaya dan tradisi yang terus diselenggarakan oleh pemangku adat di lingkungan KAN Pasir Talang tersebut.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto3_161022084531.jpeg

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah Khatib Sinaro mewakili Gubernur Sumbar saat memberikan sambutan diacara Makan Bajamba di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu, Minggu (16/10/2022).

"Atas nama LKAAM Sumbar, kami mendorong dan mensuport pemangku adat di Solok Selatan umumnya di Alam Surambi Sungai Pagu khususnya, agar terus melestarikan budaya dan tradisi ini hingga generasi muda di daerah ini," jelasnya.

Bahkan pihaknya, berharap agar kegiatan Mambantai Kabau Nan Gadang, serta Makan Basamo jelang turun kesawah tidak hanya sebagai kegiatan serimonial, akan tetapi harus menjadi sebuah pembelajaran dalam pembangunan budaya dan tradisi di daerah ini," pungkasnya

Sedangkan Wakil Bupati Solok Selatan Ir. H. Yulian Efi Dt. Rangkayo Basa mengajak seluruh pemangku adat dan kaumnya agar dapat berkontribusi terus dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemda Solok Selatan.

" Keterlibatan pemangku adat dan kaumnya sangat punya arti penting untuk kesuksesan berbagai program pembangunan yang sudah dirancang Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah pusat," harapnya.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto4_161022084531.jpeg

Kadis Kebudayaan Sumbar, Syaifullah Khatib Sinaro bersama Ariyal Joni Dt Sutan Bandaro Padang, Ketua Penyelenggara Mambantai Kabau Nan Gadang dan Makan Bajamba tradisi turun kasawah di Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu usai prosesi kegiatan di Masjid Alam Surambi Sungai Pagu, Minggu (16/10/2022).

Sementara itu, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah Khatib Sinaro akan terus mendukung berbagai program pembangunan dan pelestarian adat budaya yang dilakukan oleh pemangku adat di Sumbar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh KAN Pasir Talang bersama seluruh elemen masyarakat nagari.

Bahkan pihaknya menilai kegiatan Mambantai Kabau Nan Gadang serta Makan Bajamba yang dilakukan di Pasir Talang itu sangat syarat dengan nilai-nilai historis, estetika, etika dan nilai-nilai kereligiusan. Hal tersebut perlu sangat dilestarikan dan diteruskan pada generasi muda di daerah ini," pintanya.

" Kegiatan ini sangat baik dan mengandung unsur-unsur kekompakan, kerjasama, kebersamaan dan kalaborasi yang perlu terus dibangun oleh masyarakat adat," katanya

Syaifullah Khatib Sinaro juga mengajak pelaku adat dan Pemerintah Daerah untuk dapat menginventarisir tatanan adat dan budaya daerah untuk selanjutnya disampaikan pada Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Kebudayaan agar dapat tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia," pintanya.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto5_161022084532.jpeg

Anggota DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah, Kadis Kebudayaan Sumbar Syaifullah Khatib Sinaro bersama Afrizal Amir Wk. Dt. Rangkayo Majolelo saat makan Bajamba di Majid Alam Surambi Sungai Pagu, prosesi tradisi budaya jelang turun kesawah, Minggu (16/10/2022).

Terakhir sebelum pembacaan doa oleh khatib. Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan, drh. Nurhayati membacakan Plakat Turun Kesawah di kawasan Kerapatan Adat Nagari Pasir Kecamatan Sungai Pagu Tahun 2022.

Pelaksanaan mambantai kabau nan gadang di Alam Surambi Sungai Pagu suatu tradisi turun temurun Adat Lamo Pusako Usang.

Dimana setiap akan turun ke sawah masyarakat di Alam Surambi Sungai Pagu melakukan kegiatan berdoa bersama yang dihadiri Bano Ka Ampek Suku. Sebagai bentuk kebersamaan semua pemangku adat bermusyawarah bersama untuk bisa membeli kerbau besar untuk disembelih (mamabantai-red), kemudian makan Bajamba lanjutkan dengan berdoa kepada Allah untuk di jauhkan dari hama dan bala.

Kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal di Alam Surambi Sungai Pagu dan mengandung nilai nilai adat dan budaya yang harus dilestarikan supaya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

Maka para pamangku adat diharapkan untuk bersama sama menjaga dan melestarikan adat dan budaya tersebut, agar, indak lakang di pane, indak lapak di ujan. (ADV)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru