Heroik, Tiga Taruna Akmil Selamatkan Seluruh Penumpang Kecelakaan Speedboat di Raja Ampat Papua

PERISTIWA-2607 hit

Penulis: MR | Editor: Marjeni Rokcalva

WAISAI - Penyelamatan 13 penumpang dan dua crew speedboat wisata Puteri Sion yang mengelami kecelakaan laut di Perairan Raja Ampat, Papua Barat pada Sabtu (28/12/2019) meninggalkan cerita heroik. Tiga putra asli Papua yang merupakan Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV, menjadi orang yang pertama kali menyelamatkan para penumpang saat terjadi kecelakaan.

Saat kejadian, Taruna Akmil ini bersama keluarga mereka sedang melakukan perjalanan menuju Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Ketiga putra Papua ini yakni Sersan Mayor Satu Taruna Daniel Mambrasar, Sersan Mayor Satu Taruna Bima Mahuse dan Sersan Mayor Satu Taruna Osvaldo Mambrasar.

Awalnya, mereka hendak pulang usai liburan di kampung halaman seorang rekan mereka di Kampung Freewen saat mendapati kejadian kecelakaan laut speedboat wisata di Perairan Saonek. Mengetahui adanya kecelakaan laut, ketiganya dengan sigap menyelamatkan seluruh penumpang termasuk crew kapal.

Baca Juga


"Kami pas kemarin itu kurang lebih pukul 12.28 WIT bergerak dari Kampung Feewen menuju Waisai dengan menggunakan speedboad milik keluarga. Pukul 14.00 WIT, pas kami dalam perjalanan depan Kabui Echo Resort, saya liat speedboat itu berjalan dengan kondisi zig-zag dari arah Saonek Monday ke Piyanemo," ujar Sermatutar Daniel Mambrasar di Sorong dilansir dari inews.id, Minggu (29/12/2019).

Sebelum karam, speedboat sempat menabrak sekoci gandeng kapal pesiar dan mengalami kebocoran. Crew kemudian meminta bantuan karena speedboat akan tenggelam.

"Speedboat mendekati kami dan meminta bantuan. Kami langsung tarik agak mendekat ke darat, namun karena kondisi kebocoran, speedboat-nya tenggelam," kata Daniel.

Dia bersama dua rekan taruna Akmil dan beberapa penumpang langsung melakukan bantuan untuk menyelamatkan para penumpang. Termasuk membantu mengevakuasi beberapa barang milik penumpang yang berserakan di laut.

Para penumpang selanjutnya dievakuasi ke Kabui Echo Resort dengan menggunakan speedboat milik keluarga Daniel Mambrasar. Penyelamatan ini bentuk spontanitas mereka sebagai calon prajurit TNI. Sudah menjadi tugas kemanusiaan bagi para Akmil untuk menolong warga selain bertanggung jawab dalam tugas militer lainnya.

"Ini spontanitas dan hal ini sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kami," ucap putra asli Raja Ampat tersebut.

Sebelumnya, speedboat Puteri Sion dengan muatan 13 penumpang dan 2 crew menabrak sekoci gandeng milik salah satu kapal pesiar dan akhirnya karam di perairan Pulau Saonek, Distrik Waigeo Selatan, Sabtu (28/12/2019) pukul 12.30 WIT.

Seluruh penumpang berhasil selamat dan tidak ada korban jiwa. Berdasarkan data Badan SAR Raja Ampat, 15 penumpang tersebut dievakuasi menuju Waisai.

(MR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru