Sambut HUT RI, Warga Nagari Koto Laweh Dharmasraya Bangun Patung Bung Karno dan Jokowi

PERISTIWA-488 hit

Penulis: Eko | Editor: Marjeni Rokcalva

DHARMASRAYA - Demi mencintai hari Kemerdekaan Republik Indonesia, seorang warga Transmigrasi di Jorong Koto Panjang, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, membangun dua buah Patung Pahlawan dengan modal sendiri yang menghabiskan dana lebih kurang 300 juta. Tempat tersebut dijadikan untuk berfoto oleh warga tanpa dipungut biaya alias gratis.

Salah seorang pengunjung Laylatun Nuraini umur 21 tahun yang juga seorang mahsiswi pada hari minggu (07/08/2022) mengatakan, saya pertama kali lihat dua patung bapak nasional ini yaitu patung bapak Presiden Pertama Sukarno dan Patung Bapak Presiden Joko Widodo.

"Saya cukup kagum dan bangga dengan adanya kedua patung ini, karena dibangun di halaman rumah dan tidak di pungut biaya alias gratis. Dengan adanya dua buah ini kami sebagai pelajar atau generasi muda sangat bangga sekali karena untuk berfoto untuk wisata edukasi karena kedua patung ini memiliki sejarang masing-masing. Pada bulan ini momennya sangat pas sekali dengan hari kemerdekaan yang ke-77 tahun ini, dan dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, bukan hanya untuk pajangan tetapi juga untuk generasi yang akan datang," ucap Laylatun Nuraini.

Baca Juga


Sementara itu pemilik dua buah patung nasional ini yang bernama Winoto umur 50 tahun saat di temui mengatakan, pembangunan dua patung nasional ini yaitu patung bapak Presiden Pertama Sukarno dan Patung Bapak Presiden Joko Widodo dari hati secara ikhlas karena saya sangat mencintai para tokoh pahlawan nasional.

Dengan keinginan tersebut dan rasa mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya membangun patung ini dengan modal sendiri tidak ada bantuan dana dari siapa pun. Kalau saya hitung kedua patung dan tempat dana yang di habiskan lebih kurang 300 juta Rupiah yang mana ukuran tempat ini 6 meter X 4 meter dan Tinggi patung 2,5 meter yang di datangkan dari pulau Jawa.

"Kenapa saya menghabiskan dana untuk kedua patung nasional ini untuk menjadikan tempat ini menjadi "Wahayana Ojo Lali Patung Kemerdekaan dan Nasional", dan nantinya akan saya bangun lagi patung pahlawan nasional untuk mengenang sejarah perjuangan dulu dan tokoh pahlawan," ucap Winoto. (Eko)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru