Ikadi Bukan Parpol, Tapi Penyelesai Masalah Umat

PERISTIWA-139 hit

Penulis: rel | Editor: Marjeni Rokcalva

PADANG - Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) boleh ada dimana-mana. Dan, tidak boleh pengurusnya menjadi atau masuk dalam salah satu Partai Politik (Parpol). Bisa dikatakan ''haram'' hukumnya anggotanya mengurusi parpol. Kita ini murni sebagai sarana penyampai pesan-pesan agama yang sering di istilahkan dengan dakwah IslamRahmatan lil Alamin.

Selain itu Ikadi yang sudah lahir sejak lebih kurang 20 tahun lamanya, dari pusat hingga ketingkat kecamatan tugasnya harus menjadi sarana penyelesai masalah keumatan.Tekad Ikadi sebagai organisasi kemasyarakatan dan perekat umat dalam berbangsaserta bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Ikadi Pusat Dr. H. Ahmad Kusyairi Suhaili, MA saat melantik secara virtual kepengurusan Ikadi Sumbar, priode 2022-2027 di convention hall Bukit Lampu Padang, Sabtu, (28/5). "Saya minta keberadaan Ikadi di Ranahminang khusunya, selain menjadi perekat umat tugas terpenting lagi di era masih berjangkit Pandemi Covid-19 yang dan persoalan memburuknya ekonomi bangsa saat ini, dimana harga-harga barang serba mahal, maka para da'i penyelesainya.

Baca Juga


Saat banyaknya persoalan dan beban hidup bagi masyarakat, para da'i saya minta jangan ikut lemah atau sakit sama dengan masyarakat kitaitu. Ayo tegakan kepala dan segera obatidan berikan kesembuhan serta solusi bagi umat sehingga mereka itu merasa diperhatikan oleh pemuka agama, khususnya Ikadi.

Ditegaskannya, sejarahnyaSumbar adalah sentral lahirnya tokoh dan ulama besar dan membawa prestasi emas bagi (NKRI) sebutlah diantaranya, Mr. Syafruddin Prawiranegara adalah seorang negarawan dan ekonom Indonesia dan sebagai ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), selain itu Agussalim, Buya Hamka, Mhd, Natsir, Buya Syafii Maarif (alm) serta tokoh-tokoh penting lainnya. Pelaku sejarah ini harus menjadi tauldan bagi generasi muda melalui pesan dakwah. Kelak akan muncul regenerasi baru yang mampu menjadi pemersatu dalam pembentukan peradaban umat.

Sebagai pengemban amanah Ikadi dimasa datang harus memiliki tiga modal utama, khususnya dalam moderasi beragama. Pertama, modalnya motifasi Imaniah artinya dalam berdakwah jangan sampai lentur dan luntur. Sikap ini tidak boleh lepas dari seorang pen-da'i. Kepada orang beriman selalu diperkuat keimanannya karena ini menjadi landasan dalam hidup dan kehidupan. Ajak umat untuk meningkatkan dan menguatkan zikir kepada Allah dan semua itu datang dari Allah dan akan kembali kepadaNya pula. Ujung-ujungnya adalah semua urusan kita sebagai pewaris Nabi/Rasullah pasti Allah swt urusan kita.

Kedua, kita harus membangun pembersihan diri dan menjadi orang-orang yang suka mengoreksi diri serta akan lahir sikap optimisme bukan pesimis. Ketiga, interaksi sosial dengan semua mitra, kita bukan ormas ekslusif dan jangan mengekslusifan diri."Kita ini adalah lembaga perekat umatdan harus hadir di tengah-tengah masyarakat ketika mereka butuh jalan keluar dari beberapa persoalan. Dan bangun setiap umat manusia yang kita dakwahi dengan akhlak mulia dan budi pekerti tinggi,''harapnya.

Pada bagian lain, ketua Ikadi Sumbar Dr. Urwatul Wusqa, Lc, MA didampingi Waket Muhammad Ridho Nur, Lc, MA, Sekretaris Romi Saputra, SHI, MH, Wakil Sekretaris Ahmad Hidayat, S.Pdi, Bendahara dr. Muhammad Riendra, SpBTKV (K)-VE serta wakil bendahara Deni Mahesarani, S.P dan para bidang, seksi dan anggota, menjelaskan bahwa personil yang tergabung dalam Ikadi Sumbar saat ini, harus menghilangkan sikap ke-egoannya. Bangun umat demi terwujudnya kemaslahatan.

"Ikadi harus Bersatu padu dan bersinergi dengan lembaga dakwah lainnya, dimana lembaga ini telah lebih dulu berbuat sebelum kita ada, seperti Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Perti, Tarbiyah Islamiah serta Ormas Islam lainnya Ikadi akan meningkatkan hubungan silaturrahmi. Ikadi ini besar dengan program dan bidang harus membuat program yang betul-betul tersusun dan dijalankan atau di wujudkan. Ikadi harus membudayakan nilai-nilai tauhid penuh kemuliaan seperti, hormati pada orang yang tua dan sayang pada yang kecilserta sama besar diajak berteman untuk seiya sekata.

Sebagai wujud kebersamaan dengan memajukan sektor pendidikan maka, Ikadi dalam masa lima tahun ke depan akan membuat program unggulan yakni segera mendirikan Pesantren Ikadi. "Saya yakin lembaga ini bakal terwujud karena pengurus Ikadi saat ini adalah tokoh-tokoh muda yang berintelektual tinggi dan mau berpikir maju demi kemasalahatan umat,''katanya. (rel)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru