MUBES IKAPS KE 4, Beda Pilihan Hal Biasa Bukan Pemecah Persuadaraan

POLITIK-344 hit

Penulis: YN | Editor: Redaktur

Padang Pariaman -- Pilihan boleh beda, tapi kita tetap bersaudara. Sekilas pesan ini terdengar klise karena selalu muncul dalam setiap kotestasi politik, termassuk pemilihan pemimpin.

Tapi, jika melihat dinamika politik saat ini yang menjurus pada kompetisi pragmatis di antara dua pihak berbeda pilihan, maka pesan tersebut perlu didengungkan kembali.

Perhelatan Akbar umum Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau 'IKAPS' ke 4 Jumat (6/5) lalu berjalan lancar, telah melahirkan pemimpin baru.

Baca Juga


Usai pelaksanaan pemillihan ketua umum itu, di berbagai media sosial dan grup grup WA semakin terasa liar. Adalah wajar jika pemilihan yang dalam realisme politik berujung pada perebutan kekuasaan selalu diwarnai dengan kerasnya persaingan politik.

Diketahui, Dinamika Organisai IKAPS dalam berorganisasi semakin dinamis. Termasuk mekanisme pemilihan ketua juga berbeda pada tahun sebelumnya, karena periode sekarang ini melalui formatur.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Alumni SMA N 1 Sungai Limau, Eri Jasman menyebutkan dalam pelaksanaan pemilihan untuk mencari seorang pemimpin dalam berdemokrasi, beda pilihan adalah hal biasa. Bukan pemecah persaudaraan, persatuan, persahabatan, kerukunan dan bertetangga.

Tetapi, jangan sampai pertarungan yang muncul menabrak koridor etika dan aturan bermusyawarah dan bermufakat di Ranah Minang ini, apalagi hukum. Bukan menjadikan pemilihan mencari pemimpin dalam ajang demokrasi ini sebagai arena konflik kekuasaan yang menjatuhkan satu sama lainya.

"Demokrasi merupakan wujud pemenuhan hak pilih oleh maing-masing individu. Siapapun yang terpilih, kita wajib untuk mendukungnya demi mewujudkan kemajuan organisasi dan daerah, maka yakinlah itu yang terbaik dari yang paling terbaik. Belajar demokrasi yang santun, sopan dan penuh kedamaian, apalagi kita di Ranah Minang ini." kata Eri Jassman, Sabtu (7/6).

Perbedaan pilihan dan dukungan dalam sebuah pemilihan itu biasa di alam demokrasi. Namun, setelah terpilih pengurus baru, tetap berkomitmen satu tujuan mewujudkan misi dan visi IKAPS ke depanya.

"Kita harus solid dan kompak selalu memupuk talisilaturahmi ranah dan rantau," harapanya.

Ia menyebutkan, siapapun yang terpillih sudah digariskan pada Lauhul Mahfudz, ketetapan sang ilahi penguasa alam semesta.

Namun, ingat bahwa tuhan mencatat dimana tempat berdiri, karena setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir.

Kemenangan yang diraih oleh ketua terpilih adalah milik seluruh komponon yang tergabung dalam wadah IKAPS.

Dirinya sangat berterimakasih atas kerja yang dilakukan oleh pengurus lama dan panitia Mubes IKAPS ke-4 berjalan lancar, dan semua yang dilakukan itu adalah jadi ladang amal.

Dirinya sangat menghormati perbedaan, karena perbedaan menurutnya adalah sebuah dinamika untuk mencari sebuah keputusan yang dapat menyatukan di akhir sebuah perjuangan untuk membangun organisasi dan kampuang halam dan rantau.

"Jadikan perbedaan sebuah warna yang menyejukan untuk menyatukan kita semua, jangan jadikan perbedaan untuk membuat kita terpecah. Selamat dan sukses kepada ketua terpilih, semoga amanah dan dapat menyatukan ranah dan rantau dalam membangun dan memajukan program, serta menuntaskan bengkalai yang telah di rintis pemimpin sebelumnya" pesan Eri Jasman.

Apresiasi itu juga disampaikan kepada pengurus yang lama atas pengabdian dalam menjalankan roda organisasi tersebut.

"Terimaksih kepada H. Jayanis atas pengabdiannya selama memimpin IKAPS yang sudah banyak memberikan kemajuan dan kebaikan untuk IKAPS," tutupnya.(YN)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru