BPJamsostek Tanggung Ojol Korban Tabrak Lari Hingga Rp 1,2 Miliar

KESEHATAN-396 hit

Penulis: Rel/AA | Editor: Marjeni Rokcalva

BUKITTINGGI - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Anggoro Eko Cahyo menekankan pentingnya perlindungan atas jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Siloam Surabaya, Jumat (4/3), Anggoro bersama dengan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Andie Megantara dan Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin menjenguk salah seorang pasien yang tertimpa musibah kecelakaan kerja.

Adalah Agung Dwi Cahyono, seorang pekerja yang berprofesi sebagai pengemudi Ojek Online (Ojol). Dirinya mengalami kecelakaan tabrak lari yang berakibat fatal saat hendak mengambil orderan pelanggan. Sudah 96 hari dan dua kali operasi kepala (Trepanasi) yang dilalui Agung, namun hingga saat ini dirinya masih belum sadarkan diri di ruang ICU RS Siloam Surabaya.

Baca Juga


Berdasarkan data yang dihimpun, biaya perawatan dan pengobatan Agung di RS Siloam ini telah menelan biaya sebesar Rp1,22 miliar dan seluruhnya ditanggung oleh BPJAMSOSTEK.

Diketahui Agung terdaftar sebagai peserta pada dua program perlindungan yaitu JKK dan JKM sejak tahun 2018 dengan besaran iuran Rp16.800 per bulan.

Kepala BPJamsostek Cabang Bukittinggi, Sunjana Achmad dalam keterangannya menyampaikan bahwa setiap pekerjaan memiliki risikonya masing-masing.

"Oleh karena itu kami mengharapkan agar pengemudi ojol di wilayah kerja BPJamsostek Cabang Bukittinggi seluruhnya memiliki Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, sehingga risiko sosial ekonomi yang mungkin bisa menimpa para pengemudi Ojol sewaktu-waktu dapat dialihkan kepada BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya. (Rel/AA)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru