Pemkab Pessel Bakal Jadikan TIC Sebagai Pusat Kuliner di Kawasan Mandeh

KULINER-243 hit

PAINAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) bersama dengan Komunitas Kuliner Pessel akan menjadikan Tourism Imformasi Center (TIC) sebagai pusat kuliner di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Dimana TIC ini direncanakan akan diresmikan pada akhir desember ini dan akan langsung dimanfaatkan sebagai pusat kuliner di Kawasan Mandeh.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri, Senin (6/12), menjelaskan, TIC ini berada di Nagari Cerocok Anau Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan sebagai salah satu daerah di Kawasan Mandeh. Nantinya pembukaan TIC bisa menjawab kebutuhan wisatawan akan potensi kuliner dan cendramata di Kawasan Mandeh.

Baca Juga


"Wisata kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung ketika mendatangi kawasan wisata, oleh karena itu promosi harus selalu ditingkatkan oleh pelaku usaha kuliner. Sebab dampak yang dirasakan sangat besar dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya

Menurutnya, pihaknya sengaja menggandeng Komunitas Kuliner Pessel ikut mengelola TIC sebab dilihat aktivitas dan gerakan Komunitas ini dalam menciptakan Pasar Kuliner di Painan yang dinilai cukup berhasil.

"Kita ingin Keberhasilan Komunitas Kuliner Pessel di Painan juga mampu menciptakan pusat kuliner di Kawasan Mandeh dan tentunya ini membawa dampak ekonomi bagi komunitas dan masyarakat sekitarnya," ujarnya

Dijelaskan pembangunan TIC menelan biaya hingga Rp 1,8 Milyar yang bersumber dari APBN. Dilokasi ini nantinya selain sebagai pusat kuliner juga akan menjadi pusat imformasi bagi wisatawan yang ingin mendapatkan imformasi terkait kawasan wisata yang ada di Pessel, Penginapan, homestay, dan potensi lainnya yang ada.

"Kita berharap dengan beraktivitasnya TIC nantinya bisa membawa dampak ekonomi dan bisa menjadi pusat segala informasi bagi pelaku usaha pariwisata dan wisatawan," harapnya

Suhendri menambahkan, kunjungan wisatawan setiap tahun selalu meningkat, namun selama ini wisatawan hanya disuguhi makanan biasa, padahal potensi banyak yang bisa diolah menjadi aneka makanan.

Kemasan makanan yang disajikan kepada wisatawan tidak terlihat cantik. Padahal jika dikemas lebih baik menambah daya tarik dan meningkatkan harga makanan.

"Dinas selalu memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha kuliner dengan tujuan agar mampu meningkatkan ekonomi dengan meningkatnya penjualan," ujarnya

Karena itu dinas selalu mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha kuliner di Pessel ikut mempromosikan keberadaan wisata kuliner, dengan produk pangan lokal yang ada di wilayanya. Banyak kuliner khas Pessel seperti pinungkuk,palai,rendang lokan dan lainnya.

"Selain Pariwisata, kuliner Pessel mempunyai daya tarik tersendiri, karena ada wisata kuliner yang khas disetiap daerahnya untuk itu perlulah didukung bersama promosi sehingga dikenal luas," ujarnya

Sementara itu Ketua Komunitas Kuliner Erviela Desarta, S.Sn., Senin (6/12), mengungkapkan, Komunitas Kuliner Pessel telah mendapatkan kepercayaan dari Dinas Pariwisata untuk bisa mengelola TIC sebagai pusat kuliner dan Imformasi. Untuk itu semua kelengkapannya mulai dipersiapkan.

"Direncanakan akhir Desember ini TIC ini akan mulai di launching sebagai pusat kuliner,untuk itu sarana dan prasarananya mulai disiapkan, termasuk mendata pedagang yang ingin bergabung," ujarnya

Dijelaskan, berfungsinya TIC selain untuk menambah daya tarik Kawasan Mandeh sehingga wisatawan bisa sering berkunjung dan menginap di Pessel juga meningkatkan pendapatan pelaku usaha kuliner Pessel.

"Pada kegiatan ini pengunjung juga disuguhi makanan khas Pessel juga hiburan musik.Dan berharap selama kegiatan pendapatan pelaku usaha meningkat penjualannya," ujarnya. (Rnd/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru