12 KK Yang Tinggal Di RTLH Bukittinggi Mulai Bernafas Lega

PEMERINTAHAN-213 hit

BUKITTINGGI - DUABELAS Kepala Keluarga yang selama ini tinggal di Rumah Tidak Layah Huni ( RTLH) sudah bisa bernafas lega. ke 12 unit RTLH itu, berada di Kelurahan Pakan Kurai dan Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, mendapat program bedah RTLH dari dana CSR PT Sarana Multigriya Finansial (Persero),sebuah BUMN yang bergerak dalam bidang pembiayaan infrastruktur.

Pelaksanaan bedah RTLH itu memakan waktu hampir 1 tahun 7 bulan yang dimulai peletakan batu pertamanya Maret 2020 silam dengan dana lebih kurang Rp 1 Miliyar.

Pelaksanaan bedah RTLH itu selesai dikerjakan dan telah diserahterimakan dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) kepada Pemerintah Kota Bukittinggi pada Senin (29/11).

Baca Juga


Acara serah terima itu, dipusatkan di kelurahan Pakan Kurai. Walikota Bukittinggi H. Erman Safar, SH menerima secara simbolis didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Ny. Fiona Erman Safar dari Direktur PT Sarana Multigriya Finansial, disaksikan perwakilan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Balai Pemukiman Sumatera Barat Zuherman , ST, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda, Kepala SKPD, tokoh masyarakat beserta tamu undangan lainnya.

Setelah itu, Walikota Erman Safar langsung menyerahkan rumah tersebut kepada pemilik masing-masing.

Program CSR senilai total Rp1 milyar itu, diberikan dalam bentuk program bedah rumah kepada 12 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan rincian, sebanyak 6 KPM di Kel. Pakan Kurai serta 6 KPM di Kel. Aur Tajungkang Tengah Sawah. Setiap KPM menerima biaya bedah rumah berbeda-beda, mulai dari Rp66 juta-an hingga Rp133 juta-an sesuai kondisi perbaikan yang dibutuhkan.

Walikota Erman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT Sarana Multigriya Finansial, BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan RI, yang telah menyalurkan dana CSR-nya untuk program bedah rumah di Kota Bukittinggi.

"Rasa kesatuan Indonesia-lah yang mengalirkan CSR dari PT Sarana Multigriya Finansial dalam (bentuk) program bantuan bedah rumah ke Bukittinggi. Program ini memang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat," ujar Wako Erman Safar.

Sementara Dalam sambutan tertulisnya Dirjen Cipta Karya, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PUPR yang dibacakan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Prov. Sumbar, Zuharman, S.T menyampaikan, kolaborasi antara Pemko Bukittinggi, PT Sarana Multigriya Finansial dan Ditjen Cipta Karya-Kementerian PUPR ini, merupakan wujud nyata kepedulian para pihak dalam mewujudkan lingkungan serta hunian yang layak bagi masyarakat.

Dirjen Cipta Karya berharap program ini dapat dikembangkan di masa yang akan datang, sehingga kota/kabupaten lainnya dapat mencontoh komitmen pemerintah dalam menangani kawasan permukiman yang dibangun,katanya.

Sementara Direktur PT Sarana Multigriya Finansial, Ananta Wiyogo, mengharapkan sinergi dan kolaborasi antara ketiga pihak dapat mewujudkan pembangunan kota yang berkesinambungan serta terciptanya pemukiman yang inklusif.

"Semoga sinergi dan kolaborasi ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat, terkhusus, memberikan kenyamanan yang layak dengan program yang berdasarkan SDGs (Sustainable Development Goals) Nomor 11, yaitu "Membangun kota dan pemukiman inklusif, aman, tahan lama dan berkelanjutan," ujar Ananta.

( Yus).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru