Keluarga Korban Penganiayaan Di Agam Dapat Santunan Dari Kapolres Bukittinggi

BUKITTINGGI - Keluarga Korban Penganiayaan yang mengakibatkan Korban Siska (25) meninggal dunia di tangan suaminya A (27) yang terjadi Kamis(26/11) kemarin, mendapat santunan dari Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, SH.SIK.MH.

Kapolres langsung mendatangi kediaman keluarga Korban Penganiayaan di Jorong Batang Buo Nagari Biaro Gadang Kec. IV Angkek Candung, Jumat 26/11/2021.

Kedatangan Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, SH.SIK.MH, didampingi Kasat Reskrim Polres Bukittinggi Akp. Allan Budi Kusumah Katinusa, Sik adalah sebagai bentuk rasa empati terhadap kasus kekerasan yang menimpa keluarga tersebut.

Baca Juga


Korban meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih butuh perhatian sang ibu.

"Dalam kesempatan tersebut Akbp. Dody berkesempatan berdialog dengan keluarga Korban dan memberikan santunan kepada keluarga Korban terutama kepada Anak Korban."

Dihadapan keluarga Korban Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, SH.SIK.MH menyampaikan bahwa pelaku akan kita jerat dengan pasal berlapis yakni dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Undang - undang KDRT pasal 44 ayat 3.

Seperti diketahui, Seorang suami di Ranah, Jorong Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam, tega membunuh istrinya sendiri, dengan 13 tusukan di sekujur tubuh korban, Kamis,(25/11).

Imformasinya, pasutri ini bukanlah penduduk asli setempat, namun merupakan perantau Jawa yang sudah lama mukin di sana dan berprofesi sebagai pembuat tahu.

Pasutri ini sedang ada bermasalah, dan suami sudah tak pulang dalam waktu 2 bulan terakhir.

A merupakan suami kedua dari S, dan tak memiliki anak. Di pernikahan terdahulu, S memiliki seorang anak laki-laki yang saat ini berusia antara 5 hingga 7 tahun.

Berdasarkan pengakuan A, ia sangat menyayangi anak tirinya ini. Sebab ia sudah mengasuhnya sejak kecil.

Setelah 2 bulan tak pulang, A mengatakan ia sangat kangen dengan anak tirinya tersebut, dan nekad datang ke rumah istrinya.

"Saat itu, istri saya melarang dan terjadilah pertengkaran. Saya tetap memaksa masuk ke rumah dan memeluk anak," ujar A.

Karena perdebatan masih terjadi, A kalap dan mengambil 3 pisau yang ada di rumah itu, serta menikam istrinyana dengan membabi buta.

"Saya tak ingat berapa kali menikam. Sesaat setelah kejadian itu, saya bingung dan memutuskan pergi," ujarnya

Menurut A, ia kabur dengan motor menuju Puncak Pato Lintau, guna menenangkan diri. Setelah merenung sejenak, akhirnya A sadar dan menyerahkan diri ke Polsek Sungayang.

"Saya menyesal, saya sudah menikah selama 5 tahun, dan mengasuh anak ini sejak ia usia 1,5 tahun," ucapnya tertunduk.

Kini pelaku sudah berada di Mapolres Bukittinggi dan terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

( Yus).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru