PT Bukit Asam Tbk Mampu Manfaatkan Peluang Industri Terbarukan Dan Kembangkan Program CSR

EKONOMI-281 hit

TANJUNGENIM- Ditengah pengembangan industri terbarukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terbesar 3x10 megawatt di Indonesia, serta pemanfaatan energi matahari sebagai pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS), PT Bukit Asam Tbk juga berhasil membantu penguatan ekonomi sektor mikro UMKM yang berada disekitar daerah operasional perusaahan baik Sumatera Selatan maupun di Sumatera Barat, Lampung, dan daerah lainnya di Indonesia.

Inovasi korporasi yang dikembangkan PT Bukit Asam Tbk itu berdampak positif dalam pengembangan perekonomian kalangan pengusaha kecil di Nusantara yang tersentuh tangan PT BA untuk memanfaatkan alokasi anggaran sebesar 2 persen yang disisihkan dari keuntungan perusahaan pelat merah itu untuk program Corporate Social Responsibillity (CSR).
Dalam percakapan dengan sejumlah wartawan dari organisasi PWI Kota Sawahlunto di Kantor Pusat PT Bukit Asam Jalan Perigi No 1, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin (22/11/21), Manager CSR melalui Asmen Mustafa Kamal didampingi Humas Muhammad Saman, dan perencana senior Hatami menggambarkan, meski PT BA terkonsenrasi disektor core business pertambangan batubara, tapi juga mampu mengembangkan sayap sebagai perusahaan yang mengambil bagian dalam pengembangan industri terbarukan, termasuk dalam pengembangan ekonomi berbasis UMKM.

Mustafa Kamal mengungkapkan, dalam pengembangan pembinaan UMKM, PT Bukit Asam selalu mengedepankan nilai keuntungan yang akan diperoleh para pengusaha mikro dalam penguatan ekonomi dilingkungan wilayah operasional perusahaan. Salahsatu contoh adalah Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Center di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, sebagai pusat promosi pengembangan hasil industri UMKM dan berbagai Rumah BUMN yang juga ada di Kota Sawahlunto.

"Keberadaan perusahaan sangat mempedulikan lingkungan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat, dengan membudayakan mereka memanfaatkan peluang ekonomi ditengah aktifitas perusahaan dalam meningkatkan hasil produksi batubara. Sebagai contoh dengan dibangunnya SIBA Center untuk pusat promosi berbagai hasil industri UKM binaan perusahaan."Tutur Mustafa Kamal.

Diutarakan dia, SIBA Center merupakan sebuah inovasi bagaimana PTBA mempromosikan berbagai hasil industri UKM dalam menggerakan perekonomian masyarakat yang tumbuh berkat program CSR yang terus dikembangkan pihak perusahaan sehingga mereka mampu memanfaatkan seluruh jaringan bisnis yang ada.

Terpisah, Perencana Senior CSR Bukit Asam Hatami menambahkan, berbagai hasil produksi UMKM bisa tampil di centra ini. Sehingga, selain jadi pusat promosi bisnis UMKM SIBA juga menjadi destinasi belanja bagi kalangan wisatawan yang datang ke Tanjung Enim.

Lilis Rosela, seorang anggota kelompok perajin industri rumahan teh rosela kepada beritaminang.com mengatakan, awalnya dia dan anggota kelompoknya hanya sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki usaha lain, selain hanya menanti kebutuhan biaya rumahtangga dari suami mereka. Setelah mendapat pembinaan dari PT Bukit Asam, mereka coba melakoni usaha budidaya tanaman herbal rosela sebagai sumber ekonomi terbarukan.
"Alhamdulillah, berkat PT Bukit Asam kami dibina dengan berbagai pelatihan dan penguatan modal usaha sehingga hasil produksi meningkat dan kami bisa menikmatinya untuk mendukung kebutuhan dan kesejahteraan keluarga. Selain membantu pengembangan BA juga turut mempromosikan hasil produksi kami menjadi terkenal dan diminati dengan kemasan menarik, halal, dan layak dikonsumsi untuk kesehatan." Tutur Ibu Lilis. (Indra Yosef)
Loading...

Komentar

Berita Terbaru