Informasi Multitafsir, Berpotensi Menimbulkan Kerawanan dan Ancaman

PEMERINTAHAN-235 hit

Padang Aro -- Dalam era keterbukaan informasi saat ini, infomasi mudah diperoleh dan dibagikan oleh siapa saja.

Informasi multitafsir yang sampai kepada masyarakat berpotensi menimbulkan kerawanan dan ancaman, sehingga bisa jadi informasi tersebut dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Untuk mengantisipasi munculnya konflik ditengah masyarakat, diperlukan kewaspadaan, keseriusan dan pengelolaan atas isu-isu yang menenggarai konflik tersebut.

Baca Juga


Perlu upaya pencegahan dan penanganan terintegrasi, antar sektor mulai tingkat jorong, nagari, kecamatan dan pemerintah kabupaten.

"Pencegahan dan penerapan manajemen penanganan konflik merupakan hal yang sangat strategis dan urgensi untuk terciptanya ketentraman dan keamanan di tengah masyarakat", sebut H Kahirunas dalam acara sosialisasi manajemen penanganan konflik di Hotel Pesona Alam Sangir (9/11/2021).

Dari data yang ada, potensi konflik di Solok Selatan sangat kecil. Walaupun demikian, hal tersebut sangat mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

" Mari kita rangkul seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, ulama, ninik mamak dan para pemuda untuk selalu menjaga perdamaian dan ketentraman dalam masyarakat," harap Khairunas

Dihadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari Kasi Pemerintahan dan Trantib Pemerintahan Nagari se Solok Selatan, Kepala Kantor Kesbangpol Solok Selatan Zulhendra Wilson, ST menyatakan, sosialisasi manajemen penanganan konflik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif.

Mulai dari penguasaan materi secara konseptual, teknik analisis penanganan konflik dan perlindungan masyarakat.

Sehingga peserta sosialisasi dapat berperan membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya konflik, sebagai mediator dalam penyelesaian permasalahan atau sengketa di Solok Selatan. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru