Guru Besar Unand Hairul Abral Masuk Ilmuwan Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia

PENDIDIKAN-451 hit

PADANG - Guru Besar Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr.-Ing. Ir. H. Hairul Abral, masuk dalam daftar 2% ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientists ini dipublikasikan Stanford University dan Elsevier BV. Untuk Indonesia sendiri sebanyak 58 ilmuwan yang berasal dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi.

Pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientists ini secara tahunan diperbarui oleh Elsevier BV dan Stanford University. Secara berkala Stanford University menggelar pemeringkatan ilmuwan yang dinilai memiliki pengaruh di dunia melalui publikasi ilmiah bertajuk Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standarized Citation Indicators.

Baca Juga


Pemeringkatan dibuat berdasarkan jumlah sitasi publikasi atas karya tulis ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal bereputasi tingkat dunia, sehingga makin banyak peneliti yang merujuk kepada penelitiannya maka artinya penelitian yang dilakukan ilmuwan itu dinilai memberikan dampak luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Rektor Unand Prof. Yuliandri mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Prof. Hairul Abral yang masuk Top 2% World Ranking Scientis 2021. Capaian yang diraih diharapkan mampu menginspirasi dan memacu semangat para peneliti lainnya di Unand untuk dapat berprestasi, termasuk dalam pemeringkatan ini kedepannya.

"Masuknya peneliti Universitas Andalas ke dalam Top 2% World Rangking Scientist 2021 membuktikan bahwa peneliti Universitas Andalas diakui secara internasional dengan publikasi yang banyak disitasi oleh para peneliti lain di berbagai belahan dunia," ujarnya, Jumat (29/10).

Pemeringkatan Top 2% World Rangking Scientist 2021 dibuat berdasarkan beberapa parameter yakni jumlah publikasi hingga akhir 2019, menerbitkan setidaknya 5 makalah hingga akhir 2019, jumlah sitasi, h-index, hm-index yang disesuaikan dengan penulisan bersama, dan sitasi untuk makalah di posisi penulisan yang berbeda.

Lebih lanjut, Rektor Yuliandri mengungkapkan Universitas Andalas terus mendorong para penelitinya agar terus giat melakukan publikasi dalam berbagai jurnal internasional melalui berbagai program. (Rel/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru