Mengaku Dirampok dan Dibegal di Sijunjung, Ternyata Dua Tersangka Ini Berbohong, Begini Ceritanya

SIJUNJUNG - Kedua tersangka penggelapan berinisial Anggi, 20 tahun, warga Payo Tanah Garam, Lubuk Sikarah, Kota Solok, dan Cecep, 26 tahun, warga Kampung Dilam, Muaro Paneh, Bukit Sundi, Kabupaten Solok, harus berurusan dengan kepolisian karena membuat laporan palsu.

Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani, S.I.K., Selasa (26/10/2021), mengatakan, Laporan Polisi tersebut tertuang pada Nomor: LP/B/129/X/2021/SPKT RES SIJUNJUNG/POLDA SUMBAR tanggal 26 Oktober 2021 tentang kejadian tersangka telah dirampok atau dibegal oleh empat orang laki-laki dewasa yang mereka tidak kenal.

"Mendapat laporan tersebut, Satreskrim pun mulai bergerak. Namun sebelum itu, kedua tersangka dimintai keterangan. Tapi, keterangan tersangka berbeda-beda dan ada kecurigaan laporan mereka tidak benar," ujar Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani, S.I.K.

Baca Juga


Atas laporan tersangka, Kapolres menurunkan Tim Satreskrim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani, S.I.K., dengan anggota Iptu Riyan Anggi Damara, S.Tr.K., Bripka Dony Febriandi, S.H., Brigadir Riddal Afdil, Brigadir Sectio Andres, S.H., Briptu Febi Kardian, dan Kapolsek IV Nagari Iptu Yusmedi beserta anggota juga diturunkan dengan sasaran pengungkapan tindak pidana penggelapan dengan modus dirampok atau dibegal.

Peristiwa tersebut berawal pada Senin, 25 Oktober 2021 sekitar pukul 22.00 WIB. Kateam Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung Bripka Dony Febriandi, S.H., mendapatkan telepon dari piket jaga Polsek IV Nagari, bahwa telah datang dua orang laki-laki dewasa ke Polsek IV Nagari yang bekerja sebagai karyawan di Toko Aneka Plastik Pasar Raya Solok.

Tujuan mereka ke Sijunjung untuk mengantarkan barang-barang yang dipesan toko barang harian kepada toko Aneka Plastik milik bos mereka dan melaporkan bahwa pada hari tersebut mereka telah menjadi korban perampokan atau pembegalan oleh empat orang laki-laki dewasa yang tidak mereka kenal dengan mengendarai dua unit sepeda motor di jalan umum Nagari Sikaladi ke Nagari Kandang Baru.

Atas kejadian tersebut tersangka mengaku mengalami kerugian uang tunai lebih kurang Rp42.000.000,- dan satu unit handphone merk Oppo A3s.

"Selanjutnya, dipimpin KBO Satreskrim Polres Sijunjung Iptu Riyan Anggi Damara, S.Tr.K., Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung langsung meluncur ke Mako Polsek IV Nagari. Lalu, KBO Satreskrim, Opsnal Satreskrim bersama-sama dengan Kapolsek IV Nagari Iptu Yusmedi beserta anggota polsek melakukan interogasi terhadap kedua orang laki-laki tersebut untuk mendalami kejadian perampokan atau pembegalan yang baru saja terjadi terhadap dua orang tersebut," jelasnya.

Setelah itu, dilakukan pengecekan TKP. Tetapi, pada saat dilakukan cek TKP yang diterangkan oleh korban tersebut, anggota menemukan banyak sekali kejanggalan dan ketidakcocokan antara keterangan dari korban tersebut dengan fakta-fakta yang terjadi di lapangan setelah dilakukan cek TKP.

"Dengan adanya kejanggalan di TKP tersebut, anggota opsnal melakukan interogasi ulang kepada para korban, mengejar alibi korban apakah sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh anggota di TKP. Dari keterangan yang diberikan korban perampokan atau pembegalan tersebut, terdapat banyak hal-hal yang bertolak belakang, kejanggalan serta tidak sinkronnya keterangan antara ke dua orang korban atau keterangan yang berbeda-beda, dan berubah-ubah," jelasnya.

Melihat hal tersebut, anggota berkeyakinan bahwa kedua orang tersebut berupaya untuk menyembunyikan sesuatu hal kepada anggota, serta adanya kejadian lain yang terjadi terhadap kedua orang tersebut yang belum diungkap oleh mereka.

"Pada saat dilakukan interogasi mendalam terhadap dua orang tersebut, barulah mereka mengakui bahwa kejadian perampokan atau pembegalan terhadap mereka yang terjadi pada Senin, 25 Oktober 2021, di Jalan Umum Nagari Sikaladi ke Nagari Kandang Baru tidak pernah terjadi," tegasnya.

"Mereka berdua sengaja mengarang cerita perampokan dan pembegalan tersebut. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada bos tempat mereka bekerja dan datang ke Polsek IV Nagari melaporkan kejadian perampokan atau pembegalan tersebut. Padahal, mereka telah berniat untuk menguasai atau mengambil keseluruhan uang milik bos tempat mereka bekerja," tambahnya.

Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa uang hasil merampas barang-barang harian, pesanan beberapa Toko di Kabupaten Sijunjung yang dipesan kepada bos mereka yang berada di Kota Solok, mereka simpan di dua tempat berbeda. Apabila laporan mereka mengenai perampokan atau pembegalan tersebut berhasil, maka uang yang mereka simpan di dua tempat berbeda tersebut mereka ambil kembali, dan mereka miliki.

Selanjutnya, pada pukul 23.30 WIB, anggota bergerak ke lokasi pertama tempat uang tersebut di sembunyikan di pinggir Jalan Lintas Sumatera depan Kantor Camat Kupitan. Mereka menyembunyikan uang tersebut di semak-semak dekat pohon dipinggir Jalan Lintas tersebut.

Di lokasi tersebut, anggota menemukan satu buah plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan uang tunai, dan satu unit handphone merk Oppo A3s. Kemudian anggota meminta untuk menunjukkan lokasi kedua tempat mereka menyimpan uang yang mereka sembunyikan.

"Lokasi kedua tempat uang tersebut mereka sembunyikan berada di depan toko tempat mereka menurunkan barang pesanan toko tersebut yang berlokasi di Jorong Koran, Nagari Pamatang Panjang. Di lokasi tersebut, anggota menemukan lagi satu buah plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan uang tunai," ulasnya.

Selanjutnya, anggota membawa kedua orang tersebut ke Polres Sijunjung untuk dilakukan proses selanjutnya. Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua buah kantong plastik warna hitam, yang didalamnya berisikan uang tunai dengan total keseluruhan Rp42.712.500,-, satu unit handphone merk Oppo A3s warna ungu, dan satu unit mobil merk Mitshubisi L300 warna hitam dengan nomor polisi BA 8572 PA. (ius/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru