Gulat Sumbang Perunggu, Posisi Sumbar Terus Turun ke Posisi 16

OLAHRAGA-437 hit

MERAUKE - Elvi Siska Suryani menjadi atlet Sumatera Barat pertama yang meraih medali dari di Pekan Olahraga Nasional (PON) klaster Merauke setelah menaklukkan lawannya Dewi Sartika Nasution di perebutan peringkat ketiga cabor Gulat kelas 50 Kg gaya bebas putri di GOR Futsal Dispora Merauke, Jumat (8/10).Ia mendapatkan medali perunggu.

Tambahan medali ini belum mampu menaikkan posisi Sumbar di klasemen sementara PON XX Papua. Posisi Sumbar kini malah turun satu tingkat ke posisi 16 hingga Sabtu pagi (lihat tabel).

Namun demikian, Pelatih Gulat Sumbar Arnaldi di Merauke mengatakan, hasil medali perunggu ini sangat menggembirakan dan disyukuri, mengingat kondisi Siska yang masih mengalami cedera.

"Kita melihat semangat bertanding dan kemauan keras untuk mengharumkan nama Sumbar di PON Papua ini," katanya.

Menurut Arnaldi, kelas 59 Kg merupakan kelas pertama yang dipertandingkan, namun Sumbar sudah meraih medali. Ia berharap pada kelas lain juga menghasilkan medali untuk Sumatera Barat.

"Kita ada tujuh kelas lagi yang akan dipertandingkan dan Sabtu (9/10) ada kelas 57 Kg putri dan 62 Kg putri gaya bebas," katanya.

Ia menambahkan, di Pra PON Elvi Siska juga meraih perunggu dan mendapatkan tiket ke PON Papua.

"Selain cedera, postur Elvi yang kecil dan berat yang kurang tidak menjadi halangan untuknya berprestasi," sebutnya.

Elvi Siska sendiri mengawali pertandingan di grup A menang dari atlet Jawa Barat Desi Rahayu dan kalah dari atlet Jawa Timur Shintia Eka, sementara Shintia Eka berhasil mengalahkan atlet Jawa Barat Desi Rahayu.

Hasil ini meloloskan Elvi Siska ke babak semifinal menghadapi juara grup B Annisa Safitria. Hasilnya, Elvi Siska harus mengakui kehebatan lawannya.

Dalam pertandingan gulat, sempat terjadi pertemuan teknik terkait peringkat ketiga dan hasilnya tidak ada peringkat ketiga bersama tapi harus melalui pertarungan.

Elvi Siska mengahadapi atlet Papua Dewi Sartika Nasution di perebutan tempat ketiga dan Elvi Siska membukukan kemenangan 10-0.

Sementara untuk peraih medali emas didapatkan atlet Jawa Timur Shintia yang berhasil mengalahkan atlet Kaltim Annisa.

Cabor Menembak Gagal

Sementara itu, Cabang olahraga Menembak Sumatera Barat yang berlaga pada PON XX Papua 2021 gagal menyumbang medali untuk Ranahminang, setelah atletnya, Arnizal hanya mampu finish diurutan ke enam pada pertandingan yang digelar di Lapangan Menembak Indoor Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/10).

Arnizal yang turun pada nomor menembak 10 meter air pistol women itu, sebelumnya mampu menyingkirkan beberapa lawannya pada babak kualifikasi. Namun saat berada di final round Arnizal harus mengakui keunggulan penembak Bali, Kalimantan Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Menembak Sumbar Rudi Wiralaga mengatakan, sejauh ini persiapannya sudah matang, hanya saja kali ini kita belum beruntung.

"Kita kurang beruntung kali ini. Saya minta maaf belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Sumbar. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin namun kita belum beruntung," katanya.

Perbakin Sumbar sendiri, pada PON XX Papua 2021 hanya mengirim satu orang atlet dan satu nomor pertandingan.

Melihat kondisi tersebut, Rudi Wiralaga yang kerap disapa Laga tersebut berharap kedepannya, Perbakin Sumbar akan lebih banyak lagi memiliki atlet-atlet potensial.

"Kita sudah dimintai oleh PB Perbakin untuk menyiapkan tim, untuk iven iven berikutnya. Saya harap semoga pada iven berikutnya Perbakin Sumbar bisa lebih banyak mengirimkan atlet yang potensial," ujarnya.

Sementara itu Manager Cabor Menembak Kombespol Johni Soeroto berharap, Perbakin Sumbar lebih maju dari sekarang untuk menghadapi iven-iven berikutnya.

"Perbakin kedepannya harus semakin maju. Saya berharap sebagai pengurus akan bertambah atlet kita, karena beberapa waktu yang lalu kita sempat melihat kader-kader atlet disisi anak-anak yang bagus pada perlombaan Piala Kapolda. Insya Allah ke depan bisa kita bina dan turun pada perlombaan yang sifatnya nasional atau bahkan internasional," tutupnya.

(Humas Sumbar/Jen)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru