Wako Deri Asta Kukuhkan Forum PRB Kota Sawahlunto, Gulirkan Akun Kebencanaan Sipolan

PERISTIWA-73 hit

SAWAHLUNTO - Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Sawahlunto dikukuhkan Walikota Deri Asta dalam suasana penerapan protokol kesehatan COVID-19 di Gedung Pusat Kebudayaan setempat, dihadiri Dandim 0310 SSD Lektol (Inf) Endik Hendra Sandi, Kapolres AKBP Ricardo Condrat Yusuf, Ketua DPRD Eka Wahyu,SE, Kajari Sawahlunto diwakili Kasi Intel Dede, Kepala Kesbangpol BPBD Adriyusman, Camat dari 4 Kecamatan, pimpinan SKD, dan undangan lainnya, Rabu (29/9/21).

Disamping pengukuhan Forum PRB Wako Deri Asta sekaligus mengulirkan akun kebencanaan disebut "Perdana" atau Panggilan Darurat Bencana, dan Sistim Informasi Pelaporan Bencana disebut "Sipolan". Akun ini mulai diaktifkan dalam menjawab kebutuhan informasi jika terjadi bencana diberbagai wilayah dengan menggunakan nomor kontak telepon 08116683117 dan Whatsapp 08116682117.

Wako Deri Asta, dibagian amanat pengukuhan mengingatkan, Sawahlunto berada dijalur sangat rawan kebencanaan karena berada di jalur patahan bumi, tetapi daerah ini memiliki keindahan alam Bukit Barisan. Meski demikian, Sawahlunto memiliki resiko kebencanaan disebabkan berada dalam kemiringan rata-rata 35 derajat. Untuk itu pemerintah mengajak masyarakat disetiap wilayah mulai dari desa hingga pusat perkotaan harus ditingkatkan dengan mengedukasi mereka tentang resiko bencana.

Baca Juga


Keberadaan Perdana maupun Sipolan serta F - PRB menurut Deri Asta dapat menjdi penyuplai data serta pemetaan terhadap kerawanan bencana di daerah ini. Khusus kepada Forum PRB yang baru terbentuk bisa berperan mendampingi masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengurangan terjadinya resiko bencana.

"Daerah ini memilki kemiringan rata-rata 35 derajat, dan sangat rawan terjadinya bencana karena Sawahlunto berada dijalur patahan bumi (patahan Singkarak-red) sehingga sering terjadi longsor. Dengan adanya Forum PRB ini saya minta untuk bisa memberikan kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat selalu siaga dalam menghadapi berbagai ancaman terjadinya bahaya longsor dan bencana lainnya." Tutur Deri Asta.

Sementara, Kepala Kesbangpol PBD Adriyusman menyebutkan, bahwa "Perdana" dan "Sipolan" serta Forum PRB keberadaannya sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam meminimalisir resiko terjadinya bencana melalui data dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang terintegrasi. Data dan informasi ini sangat membantu dalam penanganan kebencanaan dilapangan. Selama ini, pihaknya kekurangan data - data tentang potensi kerawanan bencana.

Sebuah bencana pohon tumbang pernah terjadi, ada informasi tapi tak lengkap dan dijelaskan perkiraan besarnya pohon serta dampak yang ditimbulkan. Setelah tim BPBD turun kelokasi dengan peralatan biasa, ternyata pohon yang tumbang berukuran besar dan menutupi jalan raya. Hal ini tentu membutuhkan peralatan khusus tapi saat itu tidak ada akibatnya terjadi antrian panjang kendaraan.

"Ini salahsatu contoh ketika informasi tidak lengkap, sehingga personel dan peralatan yang dikirimkan ke lokasi bencana tidak mencukupi dan sesuai dengan kondisi. Seandainya laporan yang disampaikan lengkap, maka anggota yang turun pasti bisa menanganinya lebih cepat dengan personel dan peralatan lengkap." Kata Adriyusman.

Anggota Forum PRB yang dikukuhkan terdiri dari Indra Yosef D. Sebagai Koordinator, Henky F Sekretaris, Bendahara Geofani, Koordinator Bidang Regulasi dan Advokasi Kebijakan Mustaufik, Koordinator Bidang Manajemen Pengetahuan dan Penguatan Kapasitas Iqbal, Kordinator Bidang Partisipasi dan Pelembagaan Roinaldo, Koordinator Humas dan Publikasi Mukhtar, dan Koordinator Bidang Monitoring dan Evaluasi Ilman. Dan setiap Koordinator Bidang memiliki anggota yang juga ikut dikukuhkan melalui SK Walikota Sawahlunto. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru