Kemunculan 3 Harimau Sumatera di Solok Selatan Resahkan Warga, BKSDA Lakukan Pengecekan

PERISTIWA-792 hit

PADANG ARO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menurunkan Tim Penanganan Konflik Satwa setelah menerima laporan masyarakat tentang informasi terjadinya penampakan satwa liar jenis Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parit Gadang Diatas (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumbar.

Dikutip dari Akun Instagram BKSDA Sumbar (@bksda_sumbar), dari keterangan salah seorang warga bernama Randi Risno selaku Kepala Jorong Sungai Ipuh mengatakan bahwa ia melihat penampakan satwa liar jenis Harimau Sumatera saat pergi ke ladang, Kamis (02/09/2021). Tanpa berpikir panjang, ia langsung lari ke perkampungan.

"Saya melihat Harimau di jalan menuju ke kebun," katanya kepada warga yang lain.

Merasa tidak nyaman dengan keberadaan Harimau Sumatera yang terlihat dikebun tersebut, Randi membuat Surat Pernyataan di Kantor Wali Nagari tentang perjumpaan satwa liar di lokasi kebun yang di alaminya pada hari Senin, 13 September 2021.

Tidak berapa lama setelah itu, pada hari Senin (20/09/2021), seorang warga lainnya yang bernama Jul Masri (46 tahun) bersama istrinya saat pulang dari kebun dikejutkan oleh penampakan Harimau Sumatera dipinggir Sungai Batang Suliti.

"Kami melihat 2 ekor harimau saat pulang dari menyadap getah karet dari kebun sekitar pukul 15:30 WIB," imbuhnya.

Selanjutnya, pada hari Kamis (23/09/2021), seorang kakek bernama Erjon bersama tiga orang cucunya juga melihat penampakan satwa liar jenis Harimau Sumatera di lokasi yang tidak berjauhan dari lokasi penampakan oleh Bapak Jul Masri.

Dari informasi lain yang diperoleh petugas di lapangan bahwa ada warga atas nama Heri yang mendapat cerita dari sopir travel yang bahwa ia melihat Harimau sebanyak 3 ekor melintas dijalan ke arah Batang Suliti.

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, S TP., M.Sc., menurunkan personel Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung yang diketuai oleh Kepala Resort Solok Afrilius, S.IP., untuk melakukan tindakan penanganan guna menciptakan ketentraman pada masyarakat, dan juga demi keselamatan satwa liar jenis Harimau Sumatera dari tindakan pemburu liar.

Langkah awal dari tim ini adalah mengumpulkan keterangan dari saksi mata, selanjutnya mencari jejak di lapangan, dan memasang kamera trap. Setelah mendapatkan hasil tersebut, maka akan di analisis jumlah harimau, umur, ukuran, dan jenis kelamin sebagai pertimbangan lebih lanjut.

Untuk sementara ini, BKSDA Sumbar mengimbau kepada warga untuk tidak masuk ke kebun sendirian, dan beraktivitas siang hari saja. Mengingat satwa ini berburu pada sore, malam hingga pagi hari. Selain itu, masyarakat diharapkan membawa petasan untuk dibunyikan di kebunnya ketika sedang beraktivitas.

Kepala Resort Solok, Afrilius, mengatakan, akan melakukan pengusiran terhadap Harimau agar masyarakat bisa tenang, dan beraktivitas seperti sediakala.

"Kita akan lakukan penanganan agar masyarakat tenang dan dapat beraktivitas seperti semula. Dilihat dari lokasi kejadian yang bersebelahan dengan Kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat), kita akan lakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian dengan meriam karbit yang kita bawa," katanya di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah, Minggu (26/09/2021).

Afrilius menambahkan bahwa satwa liar jenis Harimau Sumatera adalah jenis satwa liar yang sangat menghindari kontak dengan masyarakat kalau bukan karna dua hal. Pertama karena habitatnya yang terganggu oleh aktivitas masyarakat, dan kedua bisa juga sudah tidak tersedianya kecukupan satwa mangsa akibat perburuan yangg dilakukan oleh masyarakat.

Apabila informasi bahwa Harimau tersebut adalah induk dari 2 ekor anaknya, maka kemungkinan sang induk dalam masa menyapih anak untuk berburu satwa mangsa atau makanan.

"Sebelum kita turun ke lapangan, kita dari BKSDA juga sudah berkomunikasi dengan rekan-rekan dari (TNKS) Taman Nasional Kerinci Seblat, dan KPHL (Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung) Batang Hari serta berkoordinasi dengan Polsek setempat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," ungkapnya. (Rel/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru