Solsel Dijatah Saprodi Padi Kegiatan Budidaya Intensifikasi Padi Dari Kementan RI

EKONOMI-731 hit

Solsel - Penguatan sarana dan prasarana pertanian terus digenjot Pemkab. Solok Selatan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman padi.

Berbagai usaha untuk mendapat dukungan kemitraan dan bantuan terus dilakukan Bupati H. Khairunas dan Wabup. H. Yulian Efi, baik lansung ke Pemerintah Pusat dan Provinsi maupun keberbagai kemitraan dari Pemerintah.

Semua usaha dan kegigihan pemimpin Solsel ini, satu persatu mulai berbuah hasil. Salah satunya melalui kegiatan Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Solsel dibawah pimpinan Pj. Kadis Pertanian Richi Amran. SS. MM. pada tahun anggran 2021 didapuk bantuan Sarana Produksi (Saprodi) padi kegiatan Budidaya Intensifikasi Padi.

Baca Juga


" Pada tahun ini sedikitnya 389 Kelompok Tani dengan luas lahan 3000 ha di Solsel kebagian jatah Saprodi padi dengan kegiatan Budidaya Intensifikasi Padi, " kata Richi Amran didampingi Kabid Tanaman Pangan, Nurhamidah, S.Pt, Selasa (28/9/2021)

Kedepan, dengan adanya dukungan ini tentu akan berdampak pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP), meningkatnya produktivitas petani dan produksi hasil pertanian di Solok Selatan.

" Melalui ketersediaan benih dan pupuk yang berkualitas dan lansung diserahkan kepada petani, diharapkan semangkin tingginya produktivitas dan hasil pertanian, " harap Richi Amran yang diamini Nurhamidah.

Ditempat terpisah, Kasi Benih dan Perlindungan Tanaman Reky Basanova, SP, serta Pengelola Kelembagaan Benih Tanaman Pangan, Helmar Yusri, A.Md menjelaskan, kemarin (Senin-red) pihaknya baru saja melakukan pendistribusian bantuan Saprodi padi kegiatan budidaya intensifikasi padi dengan sumber dana anggaran Direktorat Serealia Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

Pendistribusian bantuan untuk 389 Kelompok Tani dengan luas lahan sekitar 3 ribu hektare itu berupa benih padi berlabel 25 kg/ha dengan total bantuan75 ton. Dimana pada tahap pertama ini baru terkontrak untuk 1000 hektar, dengan mengutamakan pendistribusian pada kelompok tani untuk musim tanam Agustus atau September 2021, " jelas Reky Basanova.

Berikutnya ada juga penyaluran pupuk NPK non Subsidi sebanyak 100 kg/hektar dengan total bantuan sebanyak 300 ton. Selanjutnya pupuk Hayati 3 ltr/Ha, dengan total Puhay 9.000 kemasan botol, di distribusikan untuk 3.000 Ha

Ada juga penyaluran Insektisida Biologi 1 Paket/Ha, yang terdiri dari Bio Insektisida untuk penanganan ulat Penggerek Batang Padi, Nematoda dan Ulat Grayak 3 Sachet/Ha (50 gram) dan Bio Insektisida untuk penanganan Wereng Batang Coklat, Walang Sangit, Thrips dan Aphids 4 Sachet/ Ha (50 gram), yang di peruntukan pada lahan 3.000 Ha.

Ditambahkan Pengelola Kelembagaan Benih Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Solsel, Helmar Yusri, A.Md, pendistribusian benih, pupuk Hayati dan Bio Insektisida sudah di mulai sejak Senin, (20/9/2021) di Kecamatan KPGD, Kecamatan Sungai Pagu, Pauh Duo, dan Sangir.

Berikut akan di distribusikan pula untuk Kecamatan Sangir, Kecanatan Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo (Talao) dan Sangir Batang Hari.

Sedangkan pendistribusian Pupuk NPK Non Subsidi sebanyak 300 Ton akan di mulai minggu ini dan minggu depan ke 389 Kelompok Tani," demikian Yusri. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru