Butuh Trik Jitu, Memancing Ikan Larangan di Koto Katik Padang Panjang

SELINGAN-352 hit

CANDU tersalurkan, banyak ikan dibawa pulang. Demikian dilontarkan Mul, Ahad (26/9) saat mengikuti kegiatan mancing ikan larangan yang diadakan warga Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang.

Mul yang merupakan warga Batang Arau, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar itu, mengaku tiap tahun mengikuti kegiatan ini. Ia dapat info kegiatan ini di grup Facebook dan selebaran yang disebarkan panitia.

Dengan modal Rp 50 ribu/hari ia bisa membawa pulang ikan melebihi nilai insert yang ditetapkan panitia. "Saya ikut ajang ini bersama rekan-rekan sehobi. Alhamdulillah tiap tahun kami ikut menyemarakkannya. Selain hobi tersalurkan, kami bisa bawa pulang ikan untuk dimasak di rumah," ceritanya.

Mul juga memaparkan trik memancing di perairan terbuka ini. Tidak seperti memancing di kolam. Cukup lontarkan saja joran kail tidak ditunggu. Lebih sering angkat jorannya, karena ikannya tidak menetap, mereka mengalir terus dengan air.

"Setiap saya ikut kompetisi mancing ini, banyak ikan yang saya bawa pulang. Jenis ikannya pun banyak. Ada Ikan Rayo, Ikan Gariang, Lele, Nila dan lain sebagainya," sebutnya.

Sementara itu Panitia Acara, Beni Candra menceritakan, kegiatan memancing ikan larangan ini sudah 20 tahun digelar di Koto Katik. Kegiatan ini dikenal masyarakat dengan "memancing ikan niat". "Ikan niat ini, artinya ikan yang didoakan ke orang pintar. Ikannya dijaga kelestariannya, tidak boleh diambil ataupun dipancing sampai waktunya tiba," jelasnya.

Beni juga menceritakan, tiap tahun peserta yang ikut kegiatan mancing ini terus bertambah. Pihaknya menyebarkan selebaran dan memuat postingan di medsos untuk mengundang pemancing ikut acara ini.

Beni menyebutkan, ada ratusan orang yang ikut ajang ini. Mereka menyebar di sepanjang pinggiran sungai yang panjangnya mencapai kurang lebih 1 km. Ada yang berdiri di atas batu, masuk di antara semak-semak, bahkan ada yang masuk ke dalam sungai.

Kegiatan ini, kata Beni, dimulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Panitia acara merupakan kelompok pemuda yang terdiri dari Remaja Masjid, PIK-R Kelurahan, Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya yang ada di Koto Katik.

Uang insert dari peserta kegiatan, digunakan untuk kemakmuran masjid. Seperti biaya untuk pembangunan, renovasi dan operasional lainnya.

Kepada pemancing, panitia menetapkan uang sumbangan Rp 50 ribu untuk hari pertama. Untuk hari kedua Rp 30 ribu begitu seterusnya. Namun untuk jangka waktu yang panjang (seminggu kegiatan-red) peserta cukup membayar Rp 100 ribu. Sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah diatur panitia.

Para peserta hanya boleh memancing dengan joran. Tidak diijinkan meracun, ataupun menyetrum ikannya. Populasi ikan di sepanjang aliran sungai ini bermacam-macam. Ada Nila, Lele, Limbek, Rayo hingga Ikan Gariang yang kerap jadi sasaran utama bagi para pemancing. Pasalnya Ikan Gariang ini merupakan jenis spesies ikan langka dan lumayan sulit untuk dipancing.

Mewakili pemuka masyarakat, dia berharap ada perhatian dari Pemko. Karena kegiatan ini langka di Padang Panjang dan bisa dibilang satu-satunya ikan larangan yang ada di Kota Padang Panjang. (YULI GUSLINDA/Lex)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru