Kisah Bisnis Kue Online Bareng Sahabat di Padang Panjang, Lahirkan Cakeology.o

KULINER-236 hit

BISNIS bareng sahabat, itulah kalimat yang cocok untuk menyebutkan kolaborasi dua mahasiswi yang telah bersahabat semenjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini. Mereka memberanikan diri membuka usaha Bento Cake sembari kuliah online.

Mereka; Az-Zahra Rahma Haqiki (21) yang biasa dipanggil Qiki dan Dian Rahayu (21) yang cukup disapa Dian saja. Saat ini, Qiki kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Dian di Universitas Andalas (Unand) di Jurusan Keperawatan.

Qiki dan Dian merintis usaha Bento Cake yang bernama Cakeology.o ini sejak awal Agustus 2021 lalu. Mereka terinspirasi dari Bento Cake yang ada di Bandung, dan berkeinginan menjualnya di Kota Padang Panjang.

Dua sahabat ini melakukan promosi melalui media sosial. Kue racikan mereka bisa dipesan di Instagram dan WhatsApp. Bisa juga langsung ke Cakeology.o yang beralamat di Jl. Sultan Syahrir, No. 27, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Berbeda dengan kue tart pada umumnya, Bento Cake ini berukuran mini yang dilapisi cream dengan disain dan tulisan sesuai permintaan konsumen. Bento Cake dikemas menggunakan styrofoam khusus, dan lengkap dengan sendok juga lilinnya.

Meski terbilang baru, peminat Bento Cake cukup ramai di Kota Padang Panjang lantaran ukurannya yang tidak terlalu besar dan harga yang cukup terjangkau. Bento Cake ini dibanderol seharga Rp 35.000.

Penuturan Qiki dan Dian kepada Kominfo, Bento Cake tidak hanya dikhususkan untuk orang yang berulang tahun saja, tetapi bisa juga sebagai ucapan terima kasih, selamat atas penghargaan, dan buah tangan untuk seseorang yang sedang sakit.

Sebelum Qiki dan Dian berani membuka pre-order, mereka terlebih dahulu mencobakannya ke keluarga dan teman-teman terdekat. Banyak kegagalan dalam membuat Bento Cake. Dari adonan yang bantet, hingga rasa yang belum konsisten.

Namun, itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mencoba dan mencoba. "Sebagai mahasiswa, kita tidak harus mengandalkan gelar yang kita punya nantinya. Tetapi lebih ke soft skill yang harus selalu kita asah," ujar Qiki.

Dian pun menambahkan, jiwa mager (malas gerak-red) dan 'rebahan' harus kita tepis dengan melakukan hal yang bermanfaat. "Karena selain mengisi aktivitas dan waktu luang, berbisnis juga bisa mengisi saku dengan penghasilan sendiri dan tidak selalu meminta kepada orang tua," tuturnya.

Qiki dan Dian berpesan kepada muda-mudi lainnya agar tidak takut untuk mencoba, berani memulai, dan selalu semangat. "Dalam merintis usaha, kita harus lebih kreatif dan inovatif agar produk kita lebih dikenal orang banyak ke depannya," ucapnya. (HAMIDAH/Lex)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru