Dengan Prokes Yang Ketat,14.182 Orang Ikuti Seleksi CPNS Di Lima Puluh Kota

KESEHATAN-378 hit

14.182 orang ikut seleksi memperebutkan 424 formasi di Kabupaten Limapuluh Kota dengan protokol kesehatan yang ketat

LIMA PULUH KOTA - 14.182 orang ikut seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memperebutkan 424 formasi di Kabupaten Limapuluh Kota dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seleksi tersebut memakan waktu 20 hari mulai dari Rabu (15/9/2021) hingga 4 Oktober 2021 mendatang. Dalam satu hari ada tiga sesi, kecuali hari Jumat, Setiap sesi ada sekitar 210 peserta, jelas Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lima Puluh Kota, Aneta Budi Putera AP. M.Si.

Baca Juga


Dijelaskannya, peserta tes SKD ini merupakan peserta yang telah lolos seleksi administrasi, dengan jumlah 14.182 orang, yang akan memperebutkan kouta 424 formasi teknis dan tenaga kesehatan.

Setelah seleksi SKD, panitia akan melakukan proses klarifikasi untuk selanjutnya dilaksanakan persiapan tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang jadwalnya masih menunggu konfirmasi dari BKN, ujarnya.

"Peserta yang ikut SKB yaitu peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi SKD. Jadi jumlah peserta yang akan ikut SKB maksimal tiga kali formasi, dimana para peserta ini akan di ranking berdasarkan passing grade dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas minimal lolos 166, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai ambang batas minimal lolos 85 dan Tes Intelegensia Umum ( TIU) dengan nilai ambang batas minimal lolos 80. Itupun nanti masih tergantung pada hasil masing masing peserta. Misal, disalah satu formasi yang lolos SKD tersebut cuma satu, cuma satu orang itu lah yang berhak mengikuti seleksi SKB. Sedangkan untuk formasi khusus penyandang disabilitas nilai ambang batas komulatif 286 dengan nilai TIU paling rendah 60," jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19, Kepala BKPSDM Kabupaten Lima Puluh Kota itu juga mewajibkan kepada peserta seleksi untuk menunjukan hasil tes Swab Antigen maupun PCR yang masih berlaku saat melakukan registrasi sebelum ujian berlangsung.

"Kami menghimbau agar peserta dan panitia seleksi untuk selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan covid 19, dengan harapan setelah selesai seleksi ini tidak menimbulkan sejumlah klaster klaster baru di daerah ini," tukasnya.

Terkait akselerasi vaksinasi covid-19, diharapkannya, agar peserta seleksi CPNS dapat menjadi agen penyampaian informasi program vaksinasi dan menggencarkan ajakan vaksinasi kepada masyarakat luas. Ke depan pelaksanaan vaksinasi akan semakin optimal melalui langkah-langkah yang lebih kreatif, dan upaya-upaya lainnya yang lebih masif, katanya.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saat meninjau pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) itu, pada hari pertama, didampingi Sekretaris Daerah Limapuluh Kota Widya Putra, S.Sos, M.Si serta Asisten I Pemerintahan, Drs. Dedi Permana dan Plt. Inspektur, Suherman SE serta sejumlah Kepala OPD.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta seleksi kompetensi dasar CPNS 2021 itu, untuk yakin kepada kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan panitia.

"Yakinkan diri bahwa kita mampu menjawab soal-soal ini, dengan tujuan mulia untuk menjadi ASN di Lima Puluh Kota. Tetap fokus dan jangan terpengaruh akan hal hal sekitar.

Panitia seleksi tentu tidak akan merugikan peserta,. Selamat ujian, semoga sukses," ujar Bupati menyemangati peserta seleksi.

Bupati Ingatkan Prokes Covid 19

Selain memberikan motivasi kepada peserta seleksi agar percaya diri dengan niat yang tulus untuk mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Limapuluh Kota, Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo juga memberikan apresiasi pelaksanaan tes SKD dengan mengutamakan disiplin protokol kesehatan covid 19, sesuai peraturan yang telah diterapkan oleh panitia pusat.

"Pelaksanaan ujian yang baik dengan mengutamakan mekanisme protokol kesehatan covid 19, diharapkan nantinya tidak akan menambah klaster baru di Kabupaten Lima Puluh Kota", ujar Bupati.

Baru 15,70 persen vaksin 1 dan 7,37 persen vaksin ke 2.

Sementara data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid 19 sampai pertengahan bulan September 2021 ini secara umum atau akumulasi seluruhnya baru 48.854 orang untuk vaksin pertama ( 15,70 % ) dari sasaran 310.598 orang, dan 22.898 orang ( 7,37%) untuk vaksinasi ke 2.

Sasaran untuk Tenaga Kesehatan 1.131 orang, realisasinya telah 1384 orang ( 122,37%) untuk vaksinasi 1 dan 1190 orang (105,22% ) untuk vaksinasi ke 2 serta 214 orang (18,92%) untuk vaksin 3.

Untuk Pejabat publik jumlah sasarannya 23418 orang, realisasinya telah 12080 orang ( 51,58%) vaksin 1 dan 7895 orang (34,10%) vaksin ke 2.

Lansia jumlah sasarannya 40645 orang, realisasinya baru 3972 orang ( 9,77%) vaksin 1 dan 1.721 orang (4,23% ) vaksin ke .2.

Masarakat umum dan rentan, sasarannya berjumlah 204.551orang, realisasinya baru 28.324 orang ( 13,85%) dosis 1 dan 11.697 orang (5,72%) dosis ke 2.

Remaja usia 12-17 tahun sasarannya 40.853 orang, realisasinya baru 2957 orang atau 7,24% dosis 1 dan 302 orang atau 0,74% dosis ke 2. Untuk ibu hamil jumlah sasarannya 7.875 orang, yang telah di vaksin baru 37 orang atau 0,47% untik dosis 1 dan 3 orang ( 0,04%) dosis Kedua, jelas Kadis Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota.

( Yus/ Yusrizal).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru