Sejumlah Guru Ikut Seleksi Program P3K, Pemko Sawahlunto Bantu Fasilitas Rapid Test Gratis

PEMERINTAHAN-270 hit

SAWAHLUNTO - Sejumlah guru non PNS mengikuti seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan mereka difasilitas rapid test antigen gratis oleh Pemerintah Kota Sawahlunto sebagai upaya antisipasi penularan COVID-19 sekaligus untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi setiap peserta dalam mengikuti seleksi itu.

Kasubag Humas Pemko Sawahlunto Citra Gusti kepada beritaminang.com (15/9) mengabarkan, aksi yang digelar pemerintah itu diikuti 164 peserta dan seleksi berlangsung dari 13 - 17 September 2021 di SMAN 1 Sawahlunto.

Gusti mengutarakan, Sekdako Ambun Kadri hadir langsung menyaksikan proses yang berlangsung. menurut Sekdako setiap peserta seleksi diwajibkan memenuhi persyaratan salahsatunya wajib test rapid antigen untuk antisipasi menghindari terjadinya kasus penularan COVID-19, hal ini juga memberikan rasa aman dan kenyamanan peserta dalam seleksi.

Baca Juga


Lebih jauh Citra Gusti menginformasikan, pelaksanaan seleksi berjalan sebagaimana proses seleksi CPNS yang berbasis komputer. Sehingga dihari itu juga setiap peserta dapat melihat hasil murni perjuangannya untuk lulus seleksi ketahap berikutnya. Untuk sekarang, merupakan seleksi tahap pertama. Jika tidak lulus ditahap pertama para peserta dibolehkan ikut dalam seleksi kedua bulan Oktober dan Desember tahun ini.

"Cukup banyak Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ikut seleksi P3K tahun ini belum tersedia formasinya, untuk itu Pemko minta bersabar karena di 2022 akan dibuka kembali seleksi P3K yang sama. Pemko kini tengah menginventarisasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun kebutuhan formasi sesuai aturan yang dibolehkan. Inilah salahsatu upaya mengakomodir PTT dapat ikut seleksi P3K." Tutur Gusti, mengulangi statemen Sekdako Ambun Kadri.

Teknis Seleksi

Sebagaimana diinformasikan, pelaksanaan seleksi P3K guru dilaporkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, M.Pd, dalam 1 sesi seleksi hanya diikuti sebanyak 21 orang, sedangkan penyelenggaraan kegiatan seleksi P3K guru dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dengan penganggaran biaya dari DPA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar.

" Penyelenggaraan seleksi tetap berpedoman kepada protokol kesehatan COVID-19. Dalam 1 hari ini diselenggarakan 2 sesi kegiatan dengan sistem komputer, semua peserta yang berada dalam ruangan wajib terapkan protokol kesehatan 3 M," ucap Asril sebagaimana dikutip Humas Pemko.(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru