Gubernur dan Wagub Sumbar Buka TMMD ke-112 di Dua Lokasi di Sumbar

PERISTIWA-208 hit

AGAM - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terbukti berhasil mendorong akselerasi pembangunan di desa/nagari sehingga patut untuk didukung penuh pelaksanaannya meski dalam masa pandemi COVID-19.

"TMMD telah membantu pemerintah memberdayakan wilayah serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk kepentingan pertahanan negara dan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," kata Gubernur Mahyeldi saat membuka TMMD ke-112 di Kabupaten Agam, Rabu (15/9/2021).

Dalam sambutannya Gubernur menegaskan Pemprov Sumbar mendukung pelaksanaan TMMD di wilayah teritorial Kodim 0304/Agam.

Baca Juga


Ini menjadi program terpadu lintas sektoral sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan, prioritas sasaran kegiatan TMMD adalah daerah perdesaan yang tergolong sebagai daerah miskin/tertinggal, daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir- terpencil.

Program TMMD adalah sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat desa dan nagari dengan membangun/merehabilitasi sarana/prasarana wilayah dan fasilitas sosial/umum yang secara langsung dapat menyentuh kepentingan masyarakat setempat.

Mahyeldi menilai, TMMD menjadi komitmen moral TNI terhadap masyarakat dilaksanakan 3 (tiga) kali dalam setahun pada 5 (lima) lokasi.

"Kemanunggalan TNI dengan masyarakat ini telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat terutama penanangan dan pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Program TMMD terbukti sangat mendorong kemajuan di desa/nagari. Program membantu ini bisa menjadi salah satu wahana sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan serta program vaksinasi massal Covid-19.

"Apalagi saat ini jumlah masyarakat di Sumbar yang terpapar Covid-19 kembali meningkat, setelah sempat malandai selama beberapa bulan. Sehingga masyarakat perlu terus diingatkan untuk tidak abai menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," ungkap Mahyeldi.

Selanjutnya, Mahyeldi berharap TMMD ke 112 tahun 2021 ini bisa mencapai hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan, serta sejalan dengan semangat yang diharapkan 2021, yaitu: "TMMD wujud sinergi membangun negeri".

"Semoga tema ini benar-benar dapat menjadi seluruh motivasi dan inspirasi bagi seluruh stakeholder yang mendukung pelaksanaan ini, sehingga TMMD ini menjadi basis kekuatan semangat dan kesungguhan mulai dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Dandim 0304/Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi, dengan kemanunggalan TNI bersama masyarakat, diharapkannya mampu terwujud ketahanan masyarakat dan wilayah di Kabupaten Agam

"Tentunya partisipasi masyarakat diharapkan. Karena hasil TMMD akan sangat berguna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Semoga bisa benar-benar maksimal," ujarnya.

Perlu diketahui, TMMD ke-112 di Agam dilaksnaakan di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Target pelaksanaan TMMD adalah secara fisik seperti pembangunan infrastruktur bagi warga dan non fisik dengan pelayanan yang dilakukan jajaran TNI Polri bersama Pemkab Agam.

Dandim melaporkan bahwa, sasaran tambahan dari TMMD ke 112 tahun 2021 di Kabupaten Agam ini adalah : 1. bedah rumah RTLH 4 (empat) unit 2. renovasi mushalla 1 (satu) unit. Sedangkan untuk kegiatan non fisik, TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta dengan lembaga dan stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan non fisik, salah satunya adalah membantu pemerintah melakukan pembinaan mental dan wawasan kebangsaan, mencegah berkembangnya paham radikal, separatis dan sejenisnya, sosialisasi hukum dan perundang- undangan, vaksinasi atasi rabies dan lainnya.

Program TMMD merupakan salah satu program yang sinergis dengan program-program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terutama dalam pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, meskipun sampai saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19, namun program TMMD tetap kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, semua ini kita lakukan karena program TMMD terbukti sangat mendorong kemajuan di desa/nagari," sebutnya.

Pembukaan TMMD di Agam ini dihadiri oleh Danrem diwakili oleh Kasrem Kol CZI Arif Hartoto, Bupati Agam, Andri Warman, Forkopimda Kab Agam dan para pejabat lainnya.

TMMD 2021 Besar Manfaat Untuk Sumbar

Sementara di Solok,Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyebutkan, TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD)tahun 2021 telah membantu pembangunan nagari/desa pada lima kabupaten di Sumatera Barat sehingga sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Tahun 2021 TMMD digelar tiga kali pada lima kabupaten sehingga manfaatnya terasa lebih luas," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat membuka TMMD ke-112 di Kabupaten Solok, Rabu (15/9/2021).

TMMD ke-110 digelar di dua lokasi yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Padang Pariaman pada Februari-Maret 2021.

TMMD ke-111 digelar pada satu lokasi yaitu di Kecamatan Mungka Kabupaten 50 Kota yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2021.

Dan TMMD ke-112 dilaksanakan pada dua daerah yaitu di Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok yaitu Nagari Koto Sani dan Tanjung Alai Kecamatan X Koto Singkarak yang dijadwalkan selama sebulan dari tanggal 15 September sampai 14 Oktober 2021.

Audy mengatakan TMMD merupakan program lintas sektoral untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan mandiri.

Kriteria dan sasaran adalah daerah pedesaan yang tergolong daerah miskin atau daerah tertinggal, daerah terisolir, terpencil, daerah perbatasan atau pulau terluar atau daerah kumuh perkotaan atau daerah-daerah lain yang terkena dampak bencana.

Program TMMD adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat desa dan nagari dengan membangun dan rehabilitasi sarana prasarana wilayah dan fasilitas sosial umum yang secara langsung dapat menyentuh kepentingan masyarakat setempat disamping itu juga untuk membantu pemerintah memberdayakan wilayah serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk kepentingan pertahanan negara dan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Program TMMD mewujudkan visi Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur dan ekonomi guna menjawab persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.

Program itu juga sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yaitu terwujudnya Sumbar Madani dan sejahtera dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Sementara itu Komandan Kodim 0309/Solok, Letnan Kolonel Reno Triambodo mengatakan TMMD kali ini mengambil tema "TMMD Mewujudkan Sinergi Membangun Negeri".

Sasaran fisik pada TMMD di Kabupaten Solok diantaranya pembukaan jalan usaha tani sepanjang 1127,8 meter lebar 5 meter, pengecoran atau betonisasi jalan ke danau dengan panjang 252 meter dan lebar 3 meter.

Kemudian rehabilitasi irigasi Banda Karang dengan panjang 136 meter, rehab rumah tidak layak huni 5 unit dan rehab lapangan bola kaki.

Personil yang terlibat masing-masing TNI 110 orang, personel polri 22 orang, Pemkab Solok 16 orang, kejaksaan negeri dua orang dengan jumlah total 150 orang. Anggaran kegiatan menggunakan APBD Kabupaten Solok tahun 2021.

Turut hadir pada acara tersebut, Bupati Solok dalam hal ini diwakili oleh Asisten Koordinator Bidang Eksbangkesra Madison, Forkopimda Kabupaten Solok, Danrem 032/ Wirabraja, Pimpinan DPRD, Dandim 0309, Kapolres Solok, Kapolres Solok Kota, Kajari Solok, Pengadilan Negeri Solok Dan Pengadilan Agama.(BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru