Jumlah Kasus Positif Covid-19 Di Kota Bukittinggi Semakin Menurun

KESEHATAN-376 hit

BUKITTINGGI - Masih terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid 19 di Bukittinggi pada Rabu,( 08/09) sebanyak 10 orang, namun jumlah pasien yang dinyatakan sembuh lebih banyak dari kasus penambahan baru,membuat jumlah kasus aktif menurun tajam.

Seperti tercatat pada pusat data Covid 19 DKK Bukittinggi, pada Rabu,(08/09) terjadi penambahan kasus baru 10 orang, pasien yang sembuh/selesai isolasi 46 orang, dan 0,0 orang yang meninggal,sehingga kasus aktif menurun dari hari sebelumnya (selasa,7-9-2021) dari 120 orang, sekarang tinggal lagi 94 orang.

Plt.Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dr.Vera Maya Sari yang telah dilantik menjadi Direktur RSUD Bukittinggi,Senin kemaren mengatakan, alhamdulillah dari hati kehari terjadi penurunan jumlah kasus aktif positif covid 19 di Kota Bukittinggi, meskipun penambahan kasus barunya juga terjadi, tetapi jumlah pasien sembuh lebih banyak, dengan sendirinya jumlah kasus aktif menurun,katanya kepada media ini ketika dihubungi Kamis,(09/09).

Baca Juga


Sekarang kasus aktif tinggal 94 orang, total jumlah warga Bukittinggi yang telah terpapar virus covid 19 mencapai 4299 orang, dengan rincian dirawat 8 orang, isoman 86 orang, sembuh 4112 orang, meninggal 93 orang, rinci dr Vera.

Untuk itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi mengingatkan agar warga masarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, agar kita semua bisa keluar dari pandemi covid 19.

" Sayangi diri, keluarga, orang orang terdekat serta dilingkungan kita dengan disiplin menerapkan 6M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan terakhir mengikuti vaksinasi covid19", harap dr.Vera.

Dikatakannya, mengikuti vaksinasi covid 19 sangat penting dan dibutuhkan untuk meningkatkan sistim kekebalan tubuh terhadap serangan virus covid 19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi juga mengingatkan warga masarakat agar jangan terpengaruh oleh berita berita hoax di medsos, karena vaksinasi yang diberikan pemerintah secara gratis ini sudah melalui uji klinis, dan dinyatakan halal oleh MUI, jadi tidak perlu diragukan lagi, jelasnya.

( Yus / Yusrizal)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru