SMP Negeri 9 Solok Selatan Terus Melangkah Menuju Sekolah Berbasis Pesantren

PENDIDIKAN-963 hit

Padang Aro - Langkah pasti SMP Negeri 9 Solok Selatan di Sungai Durian Nagari Bomas Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu menuju Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) semakin kuat.

Hal tersebut diperkuat dengan telah dilaksanakannya musyawarah sekolah, Selasa (7/9/2021) yang dihadiri, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel diwakili, Sekdis Dikpora Asniati, . Pd, Korwil Disdikpora Kecamatan Sungai Pagu, Nursiwanti, S. Pd. M. Pd, Komite SMP. Negeri 9 Solsel, Syafrizal Dt Rajo Batuah, Pengawas Pembina, Zukbadri, S. Pd. MM dan Pengawas Mata Pelajaran, Oktavaria Nida.

Sementara dari pihak sekolah terlihat hadir, Kepala SMP Negeri 9 Solsel, R. N. Agustin, M.Pd., Waka Kurikulum, Oktarini, S., serta para wakil kepala sekolah, majelis guru dan pegawai tata usaha sekolah tersebut.

" Kita akan dukung sepenuhnya untuk terwujudnya SMP Negeri 9 Solsel sebagai SUBP, dengan memperhatikan berbagai regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan SUBP di sekolah ini, " ungkap Sekdis Dikpora Solsel, Asniati saat musyawarah.

Sebagai bagian dari mendukung program kerja Bupati, H. Khairunas dan Wabup H. Yulian Efi, pelaksanaan pendidikan yang menghasilkan kualitas pendidikan merupakan hal yang paling utama.

Terkhusus dengan pelaksanaan pendidikan berbasis pesantren di sekolah ini, adalah sangat singkronisasi dari keinginan pemimpin saat ini yang sudah di target dalam program kerja selama beliu memimpin, yaitu mewujudkan satu jorong satu rumah tahfidz di Solok Selatan, " tambah Asniati.

Maka, dengan telah dirancang dan dipersiapankannya berbagai regulasi untuk menjadikan SMP Negeri 9 Sebagai Sekolah Umum Berbasis Pesantren, sudah barang tentu pimpinan sangat mendukung.

Meski demikian, pihaknya sangat berharap pada pengelolah, komite, pemerintahan nagari dan masyarakat nagari untuk lebih mengoptimalkan berbagai kesiapan untuk mewujudkan SUBP di sekolah tersebut," jelas Asniati.

Bahkan keseriusan Pemkab. Solsel untuk mendukung SMP Negeri 9 menjadi Sekolah Umum Berbasis Pesantren, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Irwandi Osmaini telah pula berkunjung dan memberi masukan dan saran untuk percepatan SUBP di sekolah tersebut pada 27 Juli kemaren.

Irwandi Osmaini sangat mendukung terwujudnya SUBP di SMP Negeri 9 Solsel tersebut. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa saran dan masukan yang telah diberikan pada pengelolah sekolah untuk percepatan izin operasiinalnya, " pungkas Asniati.

Sedangkan Korwil Disdikpora Kecamatan Sungai Pagu, Nursiwanti, M. Pd akan siap memberi dukungan untuk terwujudkan sekolah ini menuju SUBP. Apalagi hal ini menjadi bagian dari program kerja pimpinan saat ini dibidang pembangunan pendidikan di Solok Selatan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Solsel, R. N. Agustin. M. Pd mejelaskan kesiapan sekolah yang dipimpinnya untuk mewujudkan SUBP telah jauh hari dilakukan. Mulai dari pembenahan dilingkungan sekolah, hingga melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Nagari, Komite Sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah.

Bahkan secara adminitrasi, regulasi untuk terwujudkan SUBP di SMP tersebut, pihaknya telah pula mengajukan proposal persetujuan pada Bupati Solsel melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel, " tambahnya.

Untuk menuju SUBP, sekolah yang memiliki siswa kelas VII sampai kelas IX sebanyak 83 orang siswa. Tercarat sebanyak 27 orang adalah siswa yang baru mendapat fasilitas di asramakan, dengan rincian sebanyak 7 orang siswa kelas VII, sebanyak 13 orang dari kelas VIII, dan sebanyak 7 orang dari siswa kelas IX.

Sementara tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah itu, 7 orang guru PNS, 4 orang guru honorer, 2 orang pegawai yang PNS, dari 4 orang pegawai, dan ditambah penjaga sekolah satu orang yang masih honorer," jelas Agustin.

Meski baru 27 orang yang di asramakan, namun secara umum sebanyak 83 orang siswa di sekolah tersebut akan memgikuti proses belajar mengajar dengan metode perpaduan kurikulum pendidikan umum dan kurikulum SUBP.

Artinya, seluruh siswa di sekolah tersebut akan mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan sebagai Sekolah Umun Berbasis Pesantren.

Masih menurut R. N. Agustin, untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran SUBP, pihaknya juga telah mempersiapkan tenaga pendidikan khusus pesantren. Artinya pihak sekolah tengah menyiapkan guru dari luar untuk mengajarkan, Tahfidz, Al-Quran dan untuk mengajar akidah akhlak," bagi semua siswa, selain mengoptimalkan tenaga guru yang ada di sekolah, "ungkapnya.

Sementara itu berbagai fasilitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan SUBP di sekolah itu, juga sudah adanya dua asrama lengkap dengan fasilitas tempat tidur dengan kasur, karpet dengan enam MCK, satu mushallah sekolah, dan fasilitas air bersih.

Selain itu pihak sekolah juga sudah memiliki sarana pendukung pembelajaran diantaranya, sudah memiliki Wifi, Komputer 22 unit, tablet sebanyak 31 unit. Bahkan pemantau kondisi sekitar sekolah juga sudah ada CCTV, " jelas Agustin. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru