Pemberitaan Pejabatnya Sumbar Terjaring OTT KPK Ternyata Hoaks, Media Jangan Sembrono

PERISTIWA-229 hit

PADANG - Informasi terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumbar dipastikan tidak valid alias bohong dan hoaks.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemprov Sumbar (Pemprov) Sumbar Jasman Rizal, memastikan tidak ada pejabat Pemprov Sumbar yang terjaring KPK.

Dijelaskan Jasman, setelah mendapat kabar terkait adanya penangkapan oleh KPK, dirinya langsung melakukan pengumpulan informasi, dan mencari tahu apakah benar ada pejabat Pemprov yang tertangkap atau tidak. Hasil pengumpulan informasi itu dipastikan tidak ada yang terjaring.

"Tidak ada pejabat Pemprov Sumbar yang ditangkap KPK. Saya sudah melakukan penelusuran secara menyeluruh. Informasi tersebut tidak valid," terang Jasman Rizal, Rabu (25/8/2021) siang dalam keterangan resminya.

Jasman mengaku sudah berkoordinasi dengan banyak pihak. "Ternyata memang tidak ada yang ditangkap. Saya berharap informasinya diluruskan," kata Jasman.

Dijelaskan Jasman, di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy, pencegahan tindak pidana korupsi terus dilakukan. "Gubernur tidak mentolerir tindakan-tindakan yang melanggar hukum, apalagi prilaku korup," tegas Jasman Rizal.

Ke depan, Jasman berharap, setiap informasi diuji terlebih dahulu kebenarannya, walau khusus untuk media, kebenaran jurnalistik itu bukan kebebaran absolut, tapi kebenaran apa yang terjadi pada waktu itu.

"Saya berharap, ke depan media lebih berhati-hati dalam mempublikasi informasi yang didapat. Jangan semberono. Niatnya untuk mengedukasi masyarakat, tapi malahan bisa menciptakan kegaduhan," lanjut Jasman.

Jasman meminta agar setiap media yang terlanjur memberitakan soal adanya penangkapan pejabat Pemprov oleh KPK untuk dikoreksi. "Saya meminta kepada media yang terlanjur memberitakan persoalan ini untuk melakukan koreksi sebagaimana mestinya. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada pejabat Pemprov Sumbar yang terjaring KPK," tutur Jasman.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) memastikan berita terkait operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumbar tidak benar (hoaks). Kabar OTT ini sebelumnya pertama kali diberitakan oleh salah satu media online.

"Jadi gini, bahwa itu tidak benar beritanya. Kami sedang menelusuri informasi itu, dia dapat dari mana. Kok langsung share aja," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto dihubungi langgam.id, Rabu (25/8/2021).

Satake Bayu mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Pers terkait pemberitaan OTT KPK tersebut. Sebab, berita tersebut telah membuat kegaduhan.

"Kami akan komunikasi dengan Dewan Pers, kalau ada yang begini bagaimana (tindak lanjut). Kami koordinasi dengan Dewan Pers terkait media yang memberitakan ini," tegasnya sebagaimana dilansir langgam.id.

Sama dengan Jasman, Satake berharap media benar-benar menyaring segala informasi yang didapat, agar benar-benar valid sebelum dipublikasikan. Dengan begitu, informasinya tidak menciptakan kegaduhan.

Ke depan, setiap informasi yang masuk akan disaring dan diverifikasi sedetail mungkin, sesuai dengan pedoman, dan kode etik jurnalistik. (Rel/Jen)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru