Wako Erman Safar Jawab Pandangan Fraksi Terhadap Ranperda Penyertaan Modal Daerah Ke BPRS

PEMERINTAHAN-263 hit

BUKITTINGGI - Walikota Bukittinggi Erman Safar sampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi fraksi di DPRD Bukittinggi terhadap Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah ke dalam Modal Perusahaan Perseroan Daerah BPR Syariah Jam Gadang.

Jawaban Walikota itu,disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bukittingggi, Kamis 19/08/2021.

serta Pengumuman Usulan Pemberhentian dan Pengangkatan

Baca Juga


Pimpinan DPRD Kota Bukittinggi. ,

Rapat Paripurna DPRD Bukittinggi itu, dilakukan dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dengan peserta terbatas, anggota dewan yang hadir hanya untuk memenuhi quorum, begitu juga dari pihak eksekutif juga terbatas, hanya Wako, Wakil Wako, Pj.Sekda, Asisten 1, 2 dan 3 serta Kepala Bapelitbang dan Kepala Badan Keuangan yang dihadirkan, sementara kepala SKPD lainnya bersama Camat dan lurah mengikuti sidang paripurna itu melalui virtual.

Diawal jawabannya, Wako Erman Safar menyampaikan penghargaan atas pandangan umum masing-masing fraksi DPRD Bukittinggi. Atas segala masukan kritikan ataupun saran yang disampaikan, pada prinsipnya memperlihatkan konsistensi dan komitmen DPRD kota Bukittinggi dalam mendorong percepatan proses perwujudan visi dan misi Kota Bukittinggi.

Menyinggung masalah penyertaan modal, menurut Wako, sejak PT BPR Jam gadang berdiri hingga menjadi PT BPRS Jam gadang, pemerintah kota Bukittinggi telah melakukan penyertaan modal sebanyak 2 kali. Pertama pada awal pendirian sebesar Rp 250 juta, kedua tahun 2017 sebesar Rp 5 miliar. Total penyertaan modal pemerintah Daerah Kota Bukittinggi ke dalam modal bank berjumlah Rp 5, 250.000.000.

Untuk memenuhi modal dasar 15 Milyar masih terdapat kekurangan sebesar Rp 9.750.000.000, jelas Erman Safar.

Dari penyertaan modal tersebut, total divident yang diterima Pemko sejak melakukan penyertaan modal sampai akhir tahun 2020 adalah Rp 864. 420.438,-.

Penambahan penyertaan modal ini bisa membantu masyarakat kecil untuk penambahan modal nya serta melonggarkan persyaratan, kalau hanya seperti bank konvensional lainnya maka penambahan penyertaan modal ini hanya sekedar untuk memiliki saham dan mendapatkan dividen saja."ujar wako

Lebih lanjut Wako Bukittinggi Erman Safar mengatakan sependapat dengan usulan fraksi fraksi bahwa penambahan penyertaan modal pada PT BPRS Jam gadang akan kita bahas di tingkat pansus dengan mengedepankan azas peningkatan pendapatan daerah serta peningkatan kesejahteraan umum yang sesungguhnya, dengan mengkaji dari aspek langsung yang berhubungan dengan perekonomian daerah terutama bagi masyarakat.

"sehingga penyertaan modal yang dilakukan tidak hanya bertujuan penambahan pendapatan daerah saja tapi juga memberikan efek positif bagi masyarakat kota Bukittinggi khususnya nasabah PT BPR Syariah ." harap Erman Safar.

Adapun besaran penyertaan modal yang telah ditetapkan dalam Perda ini akan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam menetapkan penambahan penyertaan modal yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah nantinya.

Penetapan penyertaan modal akan kita bahas lebih lanjut dalam pembahasan rancangan Perda APBD atau Perda perubahan APBD yang tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah pada saat penyusunan APBD.Kata Wako Bukittingi Erman Safar

( Yus).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru