Sebulan Kukerta di Sawahlunto, 10 Mahasiswa UNRI Akhiri Kegiatan Sosial Bersama Warga Air Dingin

PENDIDIKAN-392 hit

SAWAHLUNTO - Sepuluh mahasiswa berbagai jurusan FKIP, FISIP dan FEB, Universitas Riau (UNRI) mengakhiri aktifitas Kuliah Kerjanyatanya (Kukerta)hari ini, setelah satu bulan penuh mulai 8 Juli 2021 lalu melakukan tugas kemahasiswaan yang harus mereka jalani di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Kesepuluh mahasiswa itu terdiri dari 4 pria dan 6 wanita yakni, Hasrul Muhammad (FISIP), Andreano (FKIP), Ryan Alfariza (FKIP), Yoanda Priatna (FKIP), Aura Sekar Nurjannah (FISIP), Dina Zulfia (FKIP), Isasmi Hana Ikram (FEB), Lukhfti Yolanda (FISIP), Ramla Husni (FISIP), dan Zola Adria Utami (FKIP).

Hasrul Muhammad, jurusan Hubungan Internasional Fakultas FISIP UNRI, selaku Ketua Tim Kukerta universitas dari negeri Lancang Kuning Melayu ini kepada beritaminang.com kemarin petang (18/8/21) mengatakan, kehadiran mereka selama satu bulan di kota wisata tambang ini sebagai bagian dari program studi kampus, dimana setiap mahasiswa harus berinteraksi langsung ditengah masyarakat.

Untuk merepresentasikan program itu pihak universitas melalui pembimbing mereka menempatkan kesepuluh mahasiswa melakukan Kukerta ke Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah, Segar, Kota Sawahlunto, Sumbar. Mereka ditugaskan menimba ilmu dengan berbaur dengan masyarakat sembari mengenal karakter lingkungan dan budaya masyarakat setempat untuk memperkaya pemahaman keilmuan mereka sebagai mahasiswa jurusan FKIP, FISIP, dan FEB.

Selama di Sawahlunto, mereka melakukan kegiatan sosial secara tim dengan menyemprotkan disinfektan bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joni Afriantos diberbagai tempat seperti fasilitas publik mesjid dan mushalla, sekolah, 267 rumah warga dan pusat pelayanan publik lainnya. Mereka juga mendapat sokongan dari tokoh masyarakat setempat yakni Ketua RT 02/RW 02 Kelurahan Air Dingin Mesno, dan Ketua LPM Mukhtar.

Selain melakukan itu, mereka juga berbagi edukatifikasi bersama guru-guru Sekolah Dasar 17 Air Dingin dengan menggelar kegiatan literasi dan sosialisasi pembelajaran secara daring menggunakan aplikasi wordwall. Kemudian praktek membuat rak buku dan pohon impian sebagai penyejuk mata diruangan dan lingkungan halaman sekolah.

"Itu salahsatu contoh kegiatan yang kami lakukan, lainnya, juga banyak, dengan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan tokoh-tokoh setempat. Ini dibuktikan dengan tingginya partisipasi warga yang hidup dengan budaya bergotongroyong. Kami sangat menyenangi, karena ada nilai kehidupan sosial, keberagaman, toleransi serta saling menghargai. Sikap seperti inilah yang ingin kami timba dan pelajari dari Ranah Minang khususnya Kota Sawahlunto dengan kemajemukan masyarakatnya." Ungkap Hasrul.

Dalam kesempatan ini, Hasrul Muhammad atas nama rekan-rekannya mengucapkan terima kasih kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta, Camat Lembah Segar Afriandes, Lurah Air Dingin Syafni Arman, dan seluruh unsur masyarakat yang telah membantu mereka selama mengikuti kekerta tahun ini. Rencananya, mereka akan bertolak kembali ke Pekanbaru Senin (23/8/). (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru