Wako Bukitinggi Pertanyakan Legalitas Ketua DPRD Herman Syofyan Memimpin Sidang Paripurna

PEMERINTAHAN-302 hit

BUKITTINGGI - Walikota Bukittinggi Erman Safar mempertanyakan legalitas ketua DPRD Bukittinggi Herman Syofyan, memimpin sidang paripurna DRPD Bukittinggi dengan dua agenda, Rabu(18/08).

Sidang paripurna DPRD Bukittinggi yang diwarnai sejumlah intrupsi dari sejumlah anggota DPRD yang hadir dalam sidang paripurna tersebut, meng- agendakan penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Penyertaan Modal Daerah ke dalam Modal Perusahaan Perseroun Daerah BPR Syariah Jam Gadang. Dan sekaligus Hantaran Rancangan Perubahan KUA-PPAS Perubahan ABBD Kota Bukittinggi tahun 2021.

Interupsi muncul setelah sidang dibuka ketua Herman Syofyan, lalu M. Angga Alfarici, Anggota DPRD Bukittinggi dari fraksi Gerindra, melakukan interupsi, meminta pimpinan sidang diganti, karena Herman Syofyan sudah diberhentikan DPP Partai Gerindra dari jabatannya sebagai ketua DPRD Bukittinggi, penggantinya telah ditunjuk DPP Partai Gerindra Benny Yasrial

Baca Juga


Surat pemberhentian dan surat penunjukan penggatinya dari DPP Gerindra telah diserahkan ke sekretatiat DPRD, ujar Angga.

M. Angga Alfarici, Anggota DPRD Bukittinggi dari fraksi Gerindra, yang melakukan interupsi, menyatakan, sesuai aturannya, karena sudah ada surat masuk dari Partai Gerindra, tentang pergatian Ketua DPRD Bukittinggi, meskipun belum dilakukan secara resmi pergantian Ketua DPRD, namun, Angga berpendapat bahwa agar tidak terjadi kesalahan dalam aturan dan administrasi, pimpinan sidang diminta untuk diganti kepada wakil ketua DPRD.

"Kami sangat paham, memang pergantian Ketua DPRD belum dilaksanakan karena memang mekanismenya masih berjalan. Namun sesuai PP no 16 tahun 2010, alangkah lebih baiknya pimpinan sidang diganti. Ini tidak ada masalah psikologi dan bukan tidak menghargai, tapi ini masalah lembaga, karena akan beresiko besar pada anggota DPRD lainnya, sekretariat, terkait keuangan dan status hukumnya," jelas Angga.

Setelah adanya beberapa interupsi lain dan masukan dari anggota dewan lainnya, sidang paripurna dengan agenda pemandangan umum terhadap ranperda penambahan modal BPRS Jam Gadang dan hantaran R-KUPA PPAS APBD TA 2021, tetap dilanjutkan dengan pimpinan sidang, Ketua DPRD, Herman Sofyan.

Sementara Wako Erman Safar diakhir penyampaian rancangan R-KUPA PPAS APBD TA 2021, juga mempertanyakan kegalitas Ketua DPRD Herman Syofyan memimpin sidang.

Menanggapi pertanyaan Erman Safar dan interupsi Ketua Fraksi Gerindra itu, sejumlah anggota DPRD menyarankan masalah internall partai Gerindra di selesaikan secara internal partai, janganlah dipertontonkan kepada publik masalah internal partai, ungkap sejumlah anggota DPRD Bukittinggi menanggapi pertanyaan Wako Erman Safar.

( Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru