Polres Bukittinggi Berhasil Tangkap 4 Orang Tersangka Pembobol ATM BNI

BUKITTINGGI - Empat orang tersangka pelaku pembobolan mesin ATM Bank BNI yang berada di Jl.Veteran Kel.Puhun Tembok Kec.Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi berhasil diringkus jajaran Polres Bukittingi.

Pencurian dengan pemberatan terhadap barang berupa uang tunai yang berada didalam mesin ATM Bank BNI di Jl.Veteran Kel.Puhun Tembok Kec.MKS itu, terjadi pada hari Selasa 13 Juli 2021 sekira pukul 05.45

Kapolres Bukittinggi AKBP.Dodi Prawiranegara dalam keterangan persnya kepada wartawan Rabu, (18/08/) menjelaskan kronologis kejadian, pada hari Selasa tanggal 13 Juli 2021 sekira pukul 05.45 Wib pelapor mendapat telpon dari pihak monitoring Bank BNI Wilayah Padang mengatakan bahwa mesin ATM Bank BNI yang terletak di Jln. Veteran Kel.Puhun Tembok Kec.MKS Kota Bukittinggi mengalami kerusakan.

Baca Juga


Mendapat informasi itu, pelapor langsung menuju ke kantor PT.SSI yang berada di Belakang Balok untuk mengambil kunci mesin ATM tersebut, setelah itu pelapor langsung menuju ke Mesin ATM BNI yang beralamat di Jl. Veteran dan ditemukan pintu brangkas ATM sudah dalam keadaam dibuka paksa, dinding brangkas sudah dalam keadaan terbuka dan ada bekas di las serta kamera CCTV dalam keadaan tertutup dengan lakban, akibat dari kejadian tersebut PT.SWADHARMA SARANA INFORMATIKA (SSI) SENTRA BUKITTINGGI selaku pengisi uang Atm mengalami kerugian lebih kurang. Rp.212.550.000 (dua ratus dua belas juta lima ratus lima puluh ribu rupiah), jelas Kapolres.

Lebih kanjut Dody menjelaskan, setelah merima laporan Polres Bukittinggi lansung membentuk Team khusus menyelidiki dan memeriksa saksi saksi, Pengungkapan berawal dari hasil penyelidikan semenjak terjadinya tindak pidana pencurian hingga penyelidik mendapatkan informasi bahwa salah seorang pelaku bernama DIKIN, namun keberadaan pelaku sering berpindah-pindah tempat.

" Pada hari Senin16 Agustus 2021 penyelidik mengetahui keberadaan tersangka, tempat tinggal DIKIN yang baru yaitu di Belakang Balok Kota Bukittinggi. Setelah petugas meyakini informasi keberadaan Dikin, pada hari Selasa tanggal 17 Agustus 2021 dilakukan penangkapan terhadap ALI SADIKIN Pgl DIKIN, 36 tahun, Wiraswasta, asal Kampung pauh Kec.Simpang Alahan Mati Kab.Pasaman. Penangkapan tersangka dipimpin langsung oleh Wakapolres Bukittinggi, bersama Kasat Reskrim dan personel gabungan dari Opsnal Sat Reskrim polres Bukittinggi dan Opsnal Reskrim Polsek Bukittinggi."ujar Dody

Menurur Kapolres, dari pengakuan tersangka DIKIN dia melakukan pencurian di ATM Bank BNI bersama dengan 3 (tiga) orang temannya yang bernama HENDRI, M.ANDRIKO YUSUF dan RAFKI RAHMAN.

Dari keterangan Dikin itulah, dilakukan penangkapan terhadap M.ANDRIKO YUSUF Pgl AN Als KALEK, 35 tahun, Wiraswasta, JL.H.Abdul Manan Kel.Campago Ipuh Kec.MKS Kota Bukittinggi, ditangkap di Guguk Bulek. HENDRI Pgl HEN, 43 tahun, Wiraswasta, Gurun panjang Kel.Pakan Kurai Kec.Guguk Panjang Kota Bukittinggi di tangkap di Pos Pemuda Tangah Sawah sedangkan RAFKI RAHMAN Pgl BOKIR, 40 tahun, Tukang Parkir, Jl.Syech Ibrahim Musa Gg.Barberry Kel.ATTS Kec.Guguk Panjang Kota Bukittingg di tangkap di Tangah Sawah.

Berdasarkan pengakuan dari para tersangka diketahui barang bukti berupa alat las potong di simpan di rumah RAFKI RAHMAN dan selanjutnya dilakukan penyitaan.

Lebih lanjuta Kapolres Dody menjelaskan peran dari masing para tersangka

1. ALI SADIKIN Pgl DIKIN, berperan Merencanakan pencurian dengan membobol ATM, menutup Kamera CCTV dengan menggunakan lakban hitam, dan mencongkel pintu brangkas dengan menggunakan linggis, dan mengeluarkan kotak penyimpanan uang yang berada didalam brangkas mesin ATM. Dari hasil tindak pidana tersebut, tersangka ALI SADIKIN Pgl DIKIN mendapat bagian sebesar Rp.35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah).

Tersangka M.ANDRIKO YUSUF Pgl AN Als KALEK, 35 tahun, Merencanakan pencurian ATM, mencari Las Potong dan Melas dinding brangkas ATM dengan menggunakan alat berupa las potong, dia

mendapat bagian sebesar Rp.25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Tersangka HENDRI Pgl HEN, 43 tahun, berperan Merencanakan pencurian ATM, mencongkel dinding brangkas dan mengeluarkan kotak penyimpanan uang yang berada brangkas, dia kebagian Rp.25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Dan tersangka RAFKI RAHMAN Pgl BOKIR, 40 tahun, Bertugas Melihat situasi disekitar ATM Bank BNI Dari hasil tindak pidana tersebut, dia mendapat bagian sebesar Rp.29.850.000 (dua puluh sembilan juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah) ujar Kapolres mengungkapkan peranan dan pembagian hasil kejahatan yang dilakukan para tersangka.

Adapun Barang Bukti yang disita penyidik, 1 (satu) Unit Las Potong merk TEKIRO (Nomor 1 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) buah tabung oksigen warna putih (Nomor 2 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) buah tabung gas ukuran 3 (tiga) Kilogram (Nomor 3 sesuai dengan label barang bukti), 2 (dua) buah linggis warna orange (Nomor 4 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) Unit sepeda motor merk Yamaha N-Max BA 4548 LP (Nomor 5 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Scopy warna merah BA 2614 LO (Nomor 6 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha RX King warna biru B 4195 PP (Nomor 7 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Scopy warna hitam BA 5095 LP (Nomor 8 sesuai

dengan label barang bukti), 1 (satu) helai jaket levis warna biru (Nomor 9 sesuai dengan label barang bukti), 1 (satu) helai celana levis warna coklat (Nomor 10 sesuai dengan label barang bukti)

Pasal yang disangkakan yakni

Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHPidana dengan ancaman hukuman selama 7 tahun, jelas Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara ketika ditanya Wartawan.

( Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru