Pemkab Limapuluh Kota Gelar Upacara Memperingati HUT RI ke-76 Dengan Prokes Yang Ketat

PEMERINTAHAN-283 hit

LIMA PULUH KOTA - Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota menggelar upacara memperingati HUT RI yang ke-76 di halaman Kantor Bupati, Selasa (17/8/2021), dengan menerapkan Prokes yang ketat.

Pada Upacara di tengah pandemi covid-19, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengingatkan bahwa, Pada momen kemerdekaan RI ke - 76 ini, kita diharapkan bisa membuktikan pengorbanan kita untuk kompak menanggulangi dan menghentikan pandemi Covid-19 ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatan di tengah-tengah masyarakat.

Harus disadari, dimana kita masih menghadapi pandemi Covid-19, wabah ini menjadi ujian bagi kita. Perlu ketahui, perang terhadap virus yang telah banyak mematikan mematikan anak bangsa Indonesia, termasuk di Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca Juga


Tercatat sampai saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota lebih kurang 2800 orang telah terpapar virus covid-19 dan lebih kurang 100 orang meninggal dunia karena virus covid 19 tersebut.

Untuk itu, Bupati mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan serta meminimalisir penyebaran virus tersebut, "Saya berharap semua lapisan masyrakat saling menjaga, mengingatkan dan butuh kesabaran serta keiklasan masyarakat buat mematuhi peraturan yang ditetapkan Penerintah,karenan peraturan itu bertujuan untuk mengendalikan dan menghentikan penyebaran virus tersebut, jangan kita sampai abai dengan protokol kesehatan melainkan kita harus ikut berjuang melawan wabah mematikan tersebut dengan senantiasa disiplin untuk menerapkan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan serta mengurangi beraktifitas dan berinteraksi", harap Bipati.

Usia Indonesia yang ke-76, telah melewati sebuah perjalanan panjang yang penuh liku dan tantangan, hari ini kita hadir disini mengenang kembali peristiwa penting dalam perjalan tersebut yaitu momen sejarah bangsa dalam mencapai cita-cita kemerdekaan semoga kita terbebas dari penjajahan termasuk penjajahan terhadap jiwa kita dari kebodohan dan jiwa kita yang harus pertama kali kita bebaskan menjadi merdeka dan kita harus tetap bangkit tegak berdiri, cita-cita kita harus senantiasaseperti halnya bendera merah putih yang tetap berkibar saat ini, kata Syafaruddin Dt.Bandaro Rajo.

( Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru