Wako Bukittinggi Bersama Forkopimda Ikuti Sidang Tahunan MPR RI Secara Virtual

PEMERINTAHAN-309 hit

BUKITTINGGI - Wali Kota (Wako) Bukittinggi, Erman Safar, Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi,Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi ikuti Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2021 secara virtual dari Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (16/08/2021).

Pada Sidang Tahunan MPR RI, dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2021 ini, salah satu agendanya adalah mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI. Turut mengikuti kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah, dan sejumlah KepalaSatuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi.

Sidang yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Kemudian dilanjutkan dengan Pidato Kenegaraan Presiden terkait Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara, dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-76. Dalam menyampaikan pidato kenegaraan tahun ini, Presiden RI Joko Widodo menggunakan pakaian adat Suku Baduy.

Baca Juga


Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, kondisi Indonesia yang masih bergulat dengan pandemi Covid-19. Pemerintah Pusat hingga Daerah, sebut Presiden, terus melakukan upaya-upaya antisipasi dampak kondisi pandemi tersebut terhadap masyarakat.

"Pandemi Covid-19 telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan," sebut Presiden.

Presiden Joko Widodo lebih lanjut menyebutkan, pandemi Covid-19 merupakan kondisi yang dihadapi oleh negara-negara di dunia, tak terkecuali Indonesia, yang solusi untuk mengatasi persoalan tersebut bisa dilakukan secara bersama.

"Kerja sama antar lembaga, serta kepemimpinan yang responsif, dan konsolidatif menjadi kunci dalam menangani pandemi," ujarnya.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan pelaksanaan pengetatan, dan pelonggaran mobilitas masyarakat sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Namun, Ia meyakinkan, kebijakan tersebut diambil dalam upaya menemukan kombinasi terbaik antara kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

Presiden Joko Widodo berharap rakyat Indonesia tetap memegang teguh nilai-nilai toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, gotong-royong, dan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Kita lewati ujian pandemi, dan ujian-ujian lain setelah ini dengan usaha yang teguh, disertai dengan doa pengharapan yang tulus," ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi berbagai macam inovasi yang dilakukan oleh DPR, seperti penjaringan aspirasi masyarakat, dan menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program Pemerintah.

Sementara itu, menurut Presiden, DPD RI juga telah menunjukkan keterlibatan aktif dalam pembahasan rancangan Undang-undang, termasuk dalam kebijakan anggaran serta melakukan pengawasan pelayanan publik dan pelaksanaan Undang-undang tentang Desa. Peran ini, menurut Presiden, memberikan kontribusi dalam ketepatan penanganan pandemi, sekaligus dalam upaya perbaikan kelembagaan pemerintah daerah ke depan.

Presiden juga menyadari banyak kritikan yang ditujukan kepada Pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah.

"Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat," ujar Presiden Joko Widodo.

"Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu, dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi, dan berbagai ujian yang akan kita hadapi, dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa," ujar Presiden Joko Widodo menutup pidato kenegaraan. (Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru