Sambut HUT RI ke-76, Rutan Kelas IIB Muara Labuh Solsel Gelar Lomba untuk WBP

PEMERINTAHAN-468 hit

MUARA LABUH - Berada dibalik jeruji besi tahanan, bukan berarti para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), tidak akan bisa memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 Tahun 2021 ini.

Buktiknya, pengelola Rutan beserta jajarannya ikut memberi ruang, dan kesempatan pada para WBP tersebut dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba.

"Ini bentuk apresiasi kita pada WBP agar mereka bisa lebih merasakan sebagai warga negara. Meski berada dalam masa tahanan, namun mereka punya kesempatan untuk memaknai hari HUT RI ke-76 tahun ini," kata Kepala Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Sarwono, didampingi panitia lomba yang juga Staf Pelayanan Tahanan, Zamzami, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga


Sarwono mengapresiasi stafnya yang sudah punya ide untuk melaksanakan kegiatan berbagai lomba ini. Apalagi dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76 ini. Kegiatan tersebut juga sekaligus untuk menghilangkan rasa kejenuhan para WBP.

"Saat bertanding, mereka seperti lupa sedang menjalani masa tahanan. Hal itu terbukti dari keseriusan, dan keceriaan para WBP saat mengikuti berbagai lomba yang disediakan oleh panitia," tambah Sarwono.

Dijelaskan Zamzami bahwa dalam rangka memupuk rasa cinta para WBP terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka dilaksanakanlah beberapa perlombaan. Diantaranya lomba makan kerupuk, lomba pacu karung, dan lomba pacu kelereng.

"Membangun rasa cinta tanah air, dan Pemerintah tetap dibangun bagi WBP, apalagi disaat-saat menjelang mereka menerima anugerah dari Negara untuk mendapatkan remisi pada 17 Agustus 2021 nanti," terang Zamzami.

Semua kegiatan lomba dilaksanakan di Aula Rutan Kelas IIB Muara Labuh yang persis berada di depan blok hunian WBP. Artinya yang mengikuti lomba berada di aula sedangkan para supoter berada di depan hunian mereka masing-masing yang terbatas dengan jeruji besi.

"Sorak-sorai para WBP saling bersahutan untuk memberi dukungan pada jagoan mereka masing-masing," kata Zamzami.

Meski kegiatan perlombaan sederhana, namun bagi para WBP kegiatan tersebut sangat penuh makna. Hal itu terpancar dari raut wajah mereka saat berlomba maupun saat memberikan dukungan pada peserta lomba.

Meski kegiatan dilaksanakan dalam lingkungan Rutan, semua peserta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru