Agar Tak Terisolasi, Masyarakat BBS Mohon Pemko Sawahlunto Segera Perbaiki Jalan Utama ke Desa

PERISTIWA-634 hit

SAWAHLUNTO - Masyarakat Desa Balai Batu Sandaran ( BBS) berharap kepada Pemerintah Kota Sawahlunto untuk segera melakukan perbaikan dan pengedaman ruas jalan utama yang longsor sekitar 15 meter sejak tahun silam karena kondisinya sudah genting. Jika tidak segera dilakukan, kemungkinan besar hubungan kedesa "Tageh PPKM Mikro" terbaik Sumbar itu akan terisolasi.

Dari pantauan beritaminang.com hari ini, kondisi jalan utama dari dan ke BBS dan ke Desa Lumindai itu sudah genting, retak, dan merekah, berbahaya untuk dilewati kendaraan roda enam dan roda empat bermuatan berat. Terpal penutup tanah agar tak tergerus air terlihat sudah melapuk dan tidak bisa lagi menahan curah hujan, sehingga mengakibatkan sebagian tebing yang sudah longsor kembali erosi menelan bibir jalan yang tersisa.

Kepala Desa BBS Nasirwan,S.Sos kepada portal ini mengatakan, kondisi jalan kota tersebut sudah cukup lama terbengkalai dan ditutup dengan terpal bantuan BPBD, namun sudah melapuk. Dia berharap untuk disegerakan melakukan perbaikan dan pemasangan dam pengaman. Jika tidak segera dilakukan, dimusim hujan sekarang jalan tersebut akan bisa longsong secara keseluruhan.

Baca Juga


"Jika jalan kota satu-satunya ini tidak segera tertangani, diperbaiki dan dipasang dam pengaman, maka hubungan transportasi dari dan ke BBS serta Lumindai bisa terputus dan terisolasi. Meski ada akses lain, harus memutar jalan kearah Desa Lunto Barat." Ungkapnya.

Diutarakan Nasirwan, pihaknya sudah mendapat informasi jalan yang semakin tenggelam tersebut sudah ada rencana perbaikannya dengan anggaran sekitar Rp 150 juta. Namun kapan akan dilaksanakan tergantung proses Dinas PUPR ."Kami minta segeralah agar karena kondisi jalan sudah genting dan bisa terputus jika hujan terus turun." Tukuknya.

Terpisah, Camat Kecamatan Barangin Subandi,SH mengungkapkan, jalan satu-satunya sebagai sarana transportasi ke Desa BBS dan Lumindai itu sangat strategis dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat kedua desa yang berada di perbatasan Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Solok itu. Untuk diketahui, sebut Subandi, kedua desa itu memiliki potensi ekonomi disektor pertanian dan peternakan. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru