Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Payakumbuh, Satgas Covid-19 Gelar Rakor

KESEHATAN-328 hit

PAYAKUMBUH - Lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini di Kota Payakumbuh membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor).

Rapat koordinasi itu digelar dalam rangka evaluasi terhadap penanganan Covid-19 serta peningkatan jumlah kasus positif guna mengatur langkah strategis bagi Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh dalam penanganan Covid-19 ke depan yang digelar di Ruang Pertemuan Randang Lantai II Kantor Wali Kota, Senin (2/08).

Rakor dihadiri oleh Ketua Satgas Covid-19 yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kapolres Payakumbuh Alex Prawira, Dandim 0306/50 Kota Ferry S. Lahe, dan dari tim ahli Kepala Kejari Payakumbuh Suwarsono, Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh diwakili Alfin Irvanda, Kepala Dinass Kesehatan dr. Bakhrizal, Direktur Utama RS Adnaan WD Dr. Yanti, M.Ph., serta Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh.

Baca Juga


Mewakili Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh, Rida Ananda mengatakan, saat ini peningkatan kasus positif terus terjadi.

"Sehingga Kota Payakumbuh dalam minggu ini berada pada PPKM Level 3 dan sudah terdapat dua kelurahan di beberapa RT yang zona merah, yaitu Kelurahan Ibuh dan Kelurahan Payolansek. Untuk itu Satgas Covid-19 perlu membicarakan langkah strategis untuk antisipasi peningkatan kasus ini," ujar Rida.

Sementara Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19, Kapolres Payakumbuh Alex Prawira pada kesempatan Rakor itu menyampaikan, perlu meningkatkan test swab/PCR secara simultan, bagi warga yang kontak erat ataupun yang tidak kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Menurut Alex, terdapat beberapa kelurahan yang sebelumnya zona orange, sekarang sudah zona kuning, seperti Kelurahan Tiakar. Untuk menekan peningkatan kasus dan memutus matarantai penyebaran Covid-19, Satgas harus tetap intensifkan penegakan aturan di lapangan.

"Saat ini usaha mendisiplinkan dan penegakan aturan kita sudah mulai kendor, kedepan ini akan kita perketat lagi," tegas Kapolres.

Sementara itu Dandim 0306/50 Kota Letkol Ferry S. Lahe dan Kajari Payakumbuh Suwarsono senada dalam penyampaiannya mengatakan, mengantisipasi agar Kota Payakumbuh tidak masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, maka dalam penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19 agar dapat lebih maksimal lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal dalam rakor itu, memaparkan data kondisi situasi perkembangan Covid-19 yang terjadi di Kota Payakumbuh.

"penularan wabah Covid-19 yang terjadi saat ini lebih banyak terjadi pada kluster keluarga. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, saat ini kita sedang menyiapkan Puskesmas Latina dan Puskesmas Ibuh bisa digunakan sebagai rawatan pasien positif Covid-19. Nanti kita kaji dulu aturannya," ungkap dr. Bakhrizal.

Direktur utama RS Adnaan WD Dr. Yanti pada kesempatan itu juga menyampaikan kondisi di RSUD dr. Adnaan WD beberapa hari belakangan ini terdapat lonjakan pasien Covid-19 yang dirawat.

"Fasilitas tempat tidur kita bagi pasien positif saat ini masih cukup, namun kami telah antisipasi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan kedepannya. Tentu kita akan kaji bagaimana kemampuan nakes kita," tukuk dr. Yanti.

Sebelum Rakor berakhir, Ketua Satgas menyampaikan akan mengundang tokoh masyarakat dan pemuka agama guna bersama-sama dengan pemerintah melaksanakan penanggulangan Covid-19 ini.

"Peran serta tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat dibutuhkan dalam mengedukasi masyarakat mematuhi prokes, disiplin menerapkan 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mengikuti vaksinasi Covid-19)," ungkap Rida Ananda. (Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru