Update Covid-19 di Lima Puluh Kota: Kamis 29 Juli 2021, 30 Orang Positif, 5 Meninggal Dunia

KESEHATAN-439 hit

LIMA PULUH KOTA - Angka tertinggi meninggal karena positif terpapar Covid-19 di Limapuluh Kota terjadi hari ini, Kamis (29/07) yaitu mencapai 5 orang, sementara penambahan angka positif hanya 30 orang, dan yang sembuh atau bebas isolasi nihil (0).

Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota Tien Septino yang dihubungi media ini membenarkan, dari tracing yang dilakukan kepada masyarakat yang dinyatakan positif beberapa hari yang lalu dan hasilnya keluar hari ini.

"Kembali ditemukan penambahan kasus sebanyak 30 orang positif terpapar Covid-19 di Limapuluh Kota, sembuh 0 orang, meninggal 5 orang," katanya.

Baca Juga


Dari 30 orang penambahan itu menurut Tien Septino, dirawat 6 orang, dan isolasi mandiri 24 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota itu, total kasus positif sejak Maret 2020 sampai saat ini sudah mencapai 2087 orang, sembuh 1740 orang, dan meninggal dunia 67 orang. Kasus Aktif 280 orang.

Untuk itu, kembali diingatkan jangan lagi anggap enteng Covid-19 ini, karena belakangan ini hampir setiap hari ada yang meninggal karenanya, dan penambahan kasus juga cukup tinggi.

"Diimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati, selalu patuhi protokol kesehatan dengan selalu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan Mengikuti vaksinasi Covid-19 (6M). Karena itu yang akan melindungi diri kita," ucapnya.

"Sayangi diri, keluarga, dan pedulilah pada lingkungan sekitar. Jangan sampai kita menjadi sumber petaka bagi orang lain yang mungkin lebih lemah dari kita," tukuknya.

Dan tak bosan-bosanya Tien Septinomenyampaikan agar masarakat secepatnya melakukan vaksinasi Covid-19 mumpung masih gratis.

"Bagi masyarakat kita yang belum vaksin bisa datang ke fasilitas layanan kesehatan di Limapuluh Kota. Cukup dengan membawa KTP elektronik atau KK. Vaksin itu gunanya agar herd immunity itu bisa terbentuk dan masyarakat yang komorbid bisa ikut terlindungi.

"Jadilah pelindung bagi masyarakat yang tidak bisa divaksin. Yang terpenting jangan mudah terpengaruh dan terpancing oleh berita hoax yang ujung-ujungnya akan merugikan diri kita sendiri," pungkasnya. (Do)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru