Disebut Kurang Tanggap Covid-19, Ini Respon Gubernur Sumbar

KESEHATAN-757 hit

PADANG - Disebut dua orang oknum sebagai sosok yang kurang tanggap dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang diberitakan beberapa media online, dianggap Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi sebagai suatu hal yang biasa saja.

"Tidak apa-apa, biarin ajalah mau disebut apa. Kita kan pemerintahan ini pekerjaannya banyak. Kita juga mengurus stunting yang tinggi, mencapai 27 persen. Ini juga harus kita kerjakan. Kemudian masalah infrastruktur juga harus diperhatikan," kata Mahyeldi disela kunjungan ke RSUD dr. Rasidin, Selasa (27/7/2021).

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa Pemerintahan Daerah Provinsi Sumbar tidak hanya dijalankan oleh dirinya secara personal, tetapi juga oleh Wakil Gubernur dan dibantu oleh kepala organisasi perangkat daerah dengan berbagai urusannya, termasuk juga legislatif.

Baca Juga


"Jangan lihat Sumatera Barat ini personalnya Mahyeldi, pemerintahan itu ada OPD, ada wakil gubernur, ada DPRD juga, jadi kita distribusi pekerjaan itu. Soal oksigen, saya langsung ke Gubernur Riau, ke Sumatera Utara juga," ujarnya.

"Mungkin teman-teman media yang tidak beritakan pekerjaan saya. Jadi dikatakan apa ya, ndak apa-apalah, silakan saja karena Mahyeldi kan cuma manusia biasa, bukan malaikat," sambung Mahyeldi.

Masih segar dalam ingatan, ketika hari pertama bekerja setelah serah terima jabatan gubernur dan melantik bupati walikota, Jumat (26/2/2021) pekerjaan pertama yang dilakukan Mahyeldi bersama Wakil Gubernur Audy adalah menggelar rapat koordinasi dengan bupati walikota se-Sumatera Barat. Hal pertama yang dibahas dari 3 point pembahasan adalah penguatan penanganan Covid-19, termasuk vaksinasi di Sumbar.

"Terkait penanganan Covid-19, kita harus lebih serius. Kita diminta agar mempersempit ruang penyebaran untuk kemudahan pengendalian. Banyak program yang sudah ada selama ini seperti Nagari Tageh, Kongsi Covid atau yang lainnya itu sangat bagus sekali, tinggal kita perkuat lagi, terutama disiplin prokes," ungkap Mahyeldi. (Rel/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru